Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Rencana Adopsi AI di SOC Tinggi, Implementasi Hadapi Sejumlah Kendala

Ilustrasi ikon gembok digital yang terhubung dengan berbagai perangkat sebagai simbol keamanan data dan privasi online.
Keamanan data menjadi fondasi utama di era digital yang semakin terhubung (Pinterest).
Intinya sih...
  • Rencana adopsi AI di SOC tinggi, implementasi menghadapi kendala besar.
  • 99 persen organisasi di APAC berencana mengadopsi AI, 67 persen kemungkinan besar akan mengimplementasikan AI.
  • Kendala utama meliputi keterbatasan data pelatihan berkualitas, kekurangan talenta AI, biaya integrasi yang tinggi, dan munculnya ancaman baru berbasis AI.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dipandang sebagai komponen penting dalam pengembangan Pusat Operasi Keamanan (Security Operation Centre/SOC). AI dapat meningkatkan deteksi ancaman, mempercepat proses investigasi, dan meningkatkan efisiensi SOC secara keseluruhan.

Namun, di balik itu, Kaspersky mencermati perusahaan masih dihadapkan pada berbagai tantangan besar dalam mengintegrasikan AI ke dalam sistem keamanannya. Mulai dari keterbatasan data pelatihan berkualitas, kekurangan talenta AI, hingga biaya integrasi yang tinggi dan munculnya ancaman baru berbasis AI.

Studi global yang dilakukan Kaspersky terhadap organisasi di kawasan Asia Pasifik (APAC) menunjukkan 99 persen responden berencana mengadopsi teknologi AI dalam operasi keamanan mereka. Angka ini bahkan mencapai 100 persen di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 67 persen menyatakan kemungkinan besar akan mengimplementasikan AI, sementara 32 persen memastikan akan mengadopsinya.

Dari sisi penggunaan, perusahaan di Asia Pasifik berharap AI mampu memperkuat deteksi ancaman melalui analisis data otomatis untuk mengidentifikasi anomali dan aktivitas mencurigakan (60 persen). Selain itu, AI juga diharapkan mempercepat respons insiden melalui otomatisasi skenario penanganan yang telah ditentukan sebelumnya (55 persen).

Ekspektasi tersebut sejalan dengan motivasi utama adopsi AI di SOC, yakni meningkatkan efektivitas deteksi ancaman (55 persen), mengotomatiskan tugas rutin (47 persen), serta meningkatkan akurasi sekaligus menekan tingkat false positive (45 persen).

Secara global, perusahaan berskala besar bahkan menunjukkan rencana lebih luas dan ambisius dalam penerapan AI pada berbagai fungsi SOC.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, mengatakan organisasi di kawasan Asia Pasifik cenderung mengambil pendekatan pragmatis dalam pemanfaatan AI.

“Perusahaan di Asia Pasifik memprioritaskan kasus penggunaan AI yang memberikan dampak operasional langsung, seperti deteksi anomali otomatis dan percepatan respons insiden. Fokus ini mencerminkan upaya meningkatkan efektivitas deteksi, mengurangi kelelahan akibat alert berlebih, serta membebaskan tim keamanan dari pekerjaan rutin,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Rabu (4/2).

Meski demikian, kesenjangan antara rencana dan implementasi masih cukup lebar. Sebanyak 44 persen organisasi di Asia Pasifik mengaku terkendala oleh kurangnya data pelatihan berkualitas tinggi, yang berdampak langsung pada akurasi dan relevansi model AI.

Tantangan lain meliputi keterbatasan talenta AI internal (37 persen), munculnya ancaman dan kerentanan baru terkait penggunaan AI (34 persen), kesulitan integrasi dan pengelolaan alat AI (34 persen), serta tingginya biaya pengembangan dan pemeliharaan solusi berbasis AI (33 persen).

Chief Technology Officer Kaspersky, Anton Ivanov, menilai tantangan talenta menjadi salah satu hambatan terbesar dalam mendorong AI dari tahap eksperimen menuju dampak nyata di SOC.

“Organisasi memahami nilai AI bagi SOC, tetapi kekurangan tenaga ahli keamanan siber dan AI membuat pengembangan kapabilitas internal menjadi sulit. Karena itu, perusahaan keamanan siber berinvestasi besar dalam menghadirkan fitur berbasis AI ke dalam produk mereka,” kata Ivanov.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Tech

See More

Rencana Adopsi AI di SOC Tinggi, Implementasi Hadapi Sejumlah Kendala

04 Feb 2026, 10:31 WIBTech