Jakarta, FORTUNE - Persaingan ponsel lipat premium kembali memanas. Xiaomi masuk ke segmen tersebut dengan meluncurkan Xiaomi 18 Fold di China, membawa desain layar lebar, baterai berkapasitas besar, serta sistem kamera yang dikembangkan bersama Leica.
Peluncuran ini berlangsung di tengah meningkatnya persaingan di pasar foldable. Xiaomi harus berhadapan dengan pemain yang lebih dulu mengembangkan kategori tersebut, termasuk Samsung dan Huawei. Pada saat yang sama, Apple juga mulai memasuki pasar ponsel lipat, sehingga persaingan di segmen premium diperkirakan semakin ketat.
Melansir The Verge, Kamis (10/9), Xiaomi 18 Fold memiliki layar internal berukuran 7,58 inci dan layar eksternal 5,38 inci. Keduanya menggunakan panel OLED dengan rasio sekitar 1,4:1, menghasilkan bentuk layar yang lebih lebar dibandingkan desain ponsel lipat model buku pada umumnya.
Saat dibuka, layar utama tersebut memberikan ruang lebih luas untuk konsumsi konten maupun penggunaan beberapa aplikasi secara bersamaan. Desain ini menjadi salah satu pembeda Xiaomi 18 Fold dibandingkan ponsel lipat dengan layar internal yang lebih memanjang.
Dari sisi pemrosesan, perangkat menggunakan chipset Xring O3 buatan Xiaomi yang dipadukan dengan GPU Mali G2-Ultra NX. Teknologi grafis tersebut mendukung fitur seperti neural super sampling dan frame generation untuk meningkatkan kualitas visual serta performa gim.
Kapasitas baterai juga menjadi salah satu spesifikasi utama Xiaomi 18 Fold. Perangkat ini dibekali baterai silikon-karbon 6.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 67W melalui kabel dan 50W secara nirkabel.
Pada sektor fotografi, Xiaomi menempatkan tiga kamera belakang hasil kolaborasi dengan Leica. Kamera utama menggunakan sensor 200MP, sedangkan dua kamera lainnya terdiri dari telefoto periskop 50MP dan ultrawide 50MP. Layar perangkat mampu mencapai tingkat kecerahan puncak hingga 4.000 nits.
Meski menawarkan spesifikasi kelas atas, ada sejumlah poin pada Xiaomi 18 Fold yang menjadi sorotan. Bodinya relatif lebih tebal, garis lipatan pada layar masih terlihat, dan perangkat tersebut belum memiliki sertifikasi IP untuk ketahanan terhadap air dan debu. Peluncurannya juga masih terbatas di Cina dan belum disertai kepastian mengenai ketersediaan global.
