Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Andalkan Teknik Pahat Es, Delegasi Indonesia Sabet Juara Ketiga di Harbin Cina

WhatsApp Image 2026-01-14 at 10.29.27 (1).jpeg
Dok: Aryaduta Bali

Delegasi Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan menyabet juara ketiga pada ajang bergengsi Harbin International Snow Sculpture Competition 2026 di Cina.

Capaian ini menjadi sorotan dunia karena tim Indonesia, yang berasal dari negara tropis tanpa salju, mampu bersaing ketat melawan 25 tim dari 13 negara, termasuk negara-negara spesialis musim dingin.

Dalam kompetisi tahunan tersebut, juara pertama diraih oleh Rusia, sementara posisi kedua ditempati oleh tuan rumah Cina dan Mongolia. Keberhasilan Indonesia menembus tiga besar membuktikan daya saing talenta Tanah Air di panggung global.

Perjuangan tim Indonesia di Harbin tidaklah mudah. Mereka harus bekerja di bawah tekanan suhu ekstrem berkisar -14°C hingga -26°C. Situasi sempat kritis ketika badai salju parah melanda pada hari pertama, memaksa panitia menghentikan sementara kompetisi.

Namun, berkat ketangguhan mental dan disiplin tinggi, tim berhasil melanjutkan pekerjaan keesokan harinya dan menyelesaikan karya tepat waktu.

Delegasi yang mewakili Indonesia ini berasal dari Bali, dipimpin oleh I Nyoman Sungada (Kapten), dengan anggota tim I Ketut Suarnaya, I Gede Agustin Anggara Putra, serta Gede Agus Kurniawan—seorang talenta profesional dari ARYADUTA Bali. Tim juga didukung oleh fotografer Kadek Aryate dan pendamping Wayan Mardina.

Karya yang mengantarkan Indonesia ke podium juara ini mengusung tema "Dewi Dhanvantari", figur dalam mitologi Hindu yang melambangkan penyembuhan, kesuburan, dan keseimbangan semesta.

Meski menggunakan medium salju yang asing, tim berhasil menerjemahkan nilai-nilai spiritual dan budaya Bali yang kaya ke dalam seni pahat salju yang detail dan memukau juri.

Keberhasilan seniman Bali menaklukkan media salju memicu pertanyaan: bagaimana caranya? Jawabannya terletak pada adaptasi keahlian profesional.

Sebagian anggota tim, termasuk Gede Agus Kurniawan, merupakan bagian dari tim kuliner hotel yang terbiasa melakukan seni memahat es untuk acara-acara khusus. Keahlian memahat es inilah yang dikonversi menjadi memahat salju.

Sebagai strategi persiapan, selama di Bali tim berlatih menggunakan material busa untuk mensimulasikan struktur dan teknik pembentukan salju sebelum bertolak ke medan sebenarnya di Harbin.

Manajemen ARYADUTA Bali menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Gede Agus Kurniawan dan tim. Kontribusi ini dinilai telah mengangkat reputasi pariwisata dan SDM Indonesia.

"Prestasi ini menegaskan bahwa keterbatasan material dan perbedaan iklim bukan penghalang. Dengan passion dan kegigihan, talenta Indonesia terbukti mampu berkompetisi dan unggul di level global," demikian keterangan manajemen.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Business

See More

Andalkan Teknik Pahat Es, Delegasi Indonesia Sabet Juara Ketiga di Harbin Cina

21 Jan 2026, 17:34 WIBBusiness