Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Chandra Asri (TPIA) Gelar Pemeliharaan Pabrik Cilegon, Dibagi 2 Tahap

Pabrik Pt Chandra asri tbk (TPIA)/Dok. Chandra asri
Pabrik Pt Chandra asri tbk (TPIA)/Dok. Chandra asri

Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), akan melaksanakan pemeliharaan terjadwal atau turnaround maintenance (TAM) pabrik petrokimia di Cilegon, Banten.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan, pemeliharaan terjadwal itu perseroan lakukan dalam 2 periode berbeda. Selain memastikan keandalan fasiltas utama, kegiatan TAM juga mencakup optimalisasi fasilitas pendukung serta pembaruan pada unit tertentu guna mendukung kesiapan operasional jangka panjang.

"Melalui pelaksanaan TAM ini, kami memastikan Pabrik Petrokimia kami tetap berada dalam kondisi optimal untuk mendukung keberlangsungan operasional Perusahaan dan stabilitas pasokan bagi pelanggan," kata Suryandi dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (13/1).

Perseroan akan memulai proses pemeliharaan tersebut pada Januari 2026 untuk fasilitas Naphtha Cracker serta Polymer Plant, dengan estimasi pelaksanaan selama 26 hari. Sementara itu, tahap kedua akan dilakukan pada fasilitas Butadiene serta MTBE & Butene-1, yang diperkirakan memakan waktu 41 hari.

Selama periode itu, perseroan melakukan operasional terkoordinasi guna meminimalisasi dampak terhadap rantai pasok dan pelanggan.

Seluruh rangkaian pemeliharaan dilaksanakan dengan mengacu pada prosedur dan standar operasional yang berlaku, serta mengedepankan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Chandra Asri Group didirikan pada 1992 dengan aset strategis di Indonesia dan Singapura. Operasi bisnis perseroan ditopang oleh aset infrastruktur inti yang meliputi: energi, air, pelabuhan & penyimpanan, serta logistik.

Portofolio aset perseroan mencakup kilang dengan kapasitas 237.000 barel per hari dan unit ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom; 2,5 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong; dan naphtha cracker di Cilegon berkapasitas 0,9 juta metrik ton.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Business

See More

Kuasai 51 Persen Pangsa Pasar, Saham ASII Menguat Meski Penjualan 2025 Terkoreksi

13 Jan 2026, 18:03 WIBBusiness