Comscore Tracker
BUSINESS

Antara Golf dan Strategi Bisnis di Mata Bos Mercedes-Benz Indonesia

Media menjalin relasi, berdiskusi, hingga kesepakatan bisnis

Antara Golf dan Strategi Bisnis di Mata Bos Mercedes-Benz IndonesiaMercedesTrophy Indonesia Final 2021/Fortune Indonesia/Desy Yuliastuti

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Bagi Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), Choi Duk Jun, bermain golf tak sekadar olahraga dan menyalurkan hobi belaka. Banyak filosofi yang didapat di dalamnya.

“Filosofi bermain golf dan bisnis memiliki kesamaan. Ada target, tantangan, dan banyak hambatan. Ibaratnya dalam bermain golf, jika Anda tidak bermain bagus di hole pertama, Anda selalu memiliki pandangan positif, mungkin di hole berikutnya bisa lebih baik. Tapi, jika Anda tetap tidak melakukannya dengan baik di hole kedua, Anda masih memiliki hole ketiga. Jadi, selalu positif dan itu juga berlaku dalam bisnis,” katanya, kepada Fortune Indonesia usai final MercedesTrophy Indonesia 2021 di Sedayu Indo Golf, Jakarta pada Rabu (27/10).

Olahraga golf, kata dia, juga membantu seseorang meningkatkan konsentrasi dan berpikiran positif dalam mengembangkan bisnis. Mindset positif diperlukan dalam menghadapi berbagai rintangan, salah satunya menghadapi pandemi yang menghantam industri otomotif saat ini. Di samping itu, sikap positif dalam mengembangkan usaha diperlukan agar tim yang dimiliki dapat mencontohnya.

“Jika kita selalu berpikir, “Oh, tidak bagus, maka bisnis tidak akan bagus.” Namun, jika kita memiliki pandangan positif seperti setiap kali kita bermain golf, katakanlah saya kehilangan lima bola, tetap saja, jika saya memiliki pandangan positif, di hole berikutnya mungkin saya bisa lebih baik,” ujarnya.

Membangun Engagement dengan Rekan Bisnis dan Tim

Penggemar golf sejak tahun 1997 ini juga berpendapat, golf merupakan cabang olahraga yang identik dengan kegiatan bisnis. Sebab tak dipungkiri, banyak pebisnis yang melakukan mediasi sembari berolahraga golf.

Choi Duk Jun menceritakan, dari pengalamannya, lapangan golf mampu menciptakan suasana diskusi yang berbeda dan memberikan semangat baru saat bermain bersama tim dan rekan bisnis.

“Kami memiliki investor, manager, dan tim yang menjalankan dealer kami, bagus juga kalau rutin bermain dengan mereka. Meskipun kami juga mengadakan rapat di kantor, tapi berdiskusi di lapangan juga sangat bagus karena biasanya, saat kami bermain golf, kami senang. Suasana hati kami baik, jadi mudah untuk berdiskusi. Kami senang dan mudah mencapai kesepakatan. Dari sudut pandang bisnis, itu juga bagus,” ujarnya.

Tak hanya itu, untuk menciptakan engagement dia juga mencoba bermain golf dengan mitra bisnis, seperti dengan bank, brand fesyen, dan berbagai mitra lainnya. “Saya pikir kami dapat melakukan diskusi yang lebih terbuka, diskusi yang lebih bahagia, dan karena itulah ada hal yang baik, golf selalu memberikan hasil positif,” ujarnya.

Banyak pula nilai-nilai dan sikap dari para golfer yang bisa diterapkan dalam bisnis. Misalnya semangat, integritas, komitmen, berani mencoba hal baru, dan pantang menyerah mencapai target.

“Saya sangat terkesan berkesempatan bermain dengan pegolf dari Ladies' Professional Golf Association (LPGA) Korea Selatan, bernama Jang Ha-na. Dia adalah pemain yang bagus dan energinya yang sangat positif tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi mampu menyebarkan kepada pemain lain. Ha-Na juga menjelaskan, bagaimana berada di puncak kompetisi di Amerika, tapi deretan prestasi tak menghentikannya kembali ke KorSel untuk mengejar target baru,” katanya.

Menciptakan Kedekatan dengan Pelanggan

Choi Duk Jun juga berpendapat, golf menjadi medium untuk membangun kedekatan dengan pelanggan. Seperti halnya turnamen MercedesTrophy Indonesia yang menggabungkan kemewahan otomotif dengan passion terhadap golf.

Dengan memberikan pengalaman bermain golf yang paling seru dan berkelas, kata dia, membuktikan konsistensi Mercedes-Benz Indonesia berinteraksi dekat dengan pelanggan melalui olahraga golf.

“Saya pikir golf adalah olahraga untuk semua musim, golf juga olahraga untuk segala usia, dan untuk pria dan wanita, anak laki-laki dan perempuan. Dari sudut pandang bisnis, saya pikir ini sangat bagus karena banyak pelanggan Mercedes merupakan pegolf yang sangat bersemangat. Saya pikir tidak ada cara yang lebih baik untuk menarik perhatian pelanggan Mercedes kami selain bermain golf,” katanya.

Dia berharap, ke depannya dalam satu season MercedesTrophy Indonesia bisa dilaksanakan 30 qualifying round, sehingga lebih banyak pelanggan dan kerabat Mercedes-Benz yang bisa berpartisipasi. 

“Kita ingin ada 100 sampai 120 finalis di musim depan dan banyak qualifying round dan semoga Covid sudah mereda,” ujarnya.

Tren Golf Bergeser ke Kaum Muda

Di lain sisi, dia juga senang ada positive impact dari pandemi. Menurutnya, selama pandemi Covid-19 tren bermain golf ternyata mengalami perubahan. Tak cuma mengarah ke pebisnis senior, tapi juga para eksekutif muda.

“Saya sungguh gembira. Harapan saya di Indonesia golf akan menjadi lebih populer. Jadi, ada lebih banyak orang Indonesia bisa main golf dan ikut international champion juga,” ujarnya. 

Choi Duk Jun memulai kariernya bersama Daimler pada tahun 1999 di Mercedes-Benz Hong Kong sebagai Regional Manager dan Sales and Marketing Department untuk Passenger Cars Korea.

Selama kariernya bersama pabrikan berlogo bintang logo bintang sudut tiga alias three-pointed star ini, Choi telah bekerja di berbagai lokasi. Termasuk Hong Kong, Korea, Singapura, Tiongkok, dan di Vietnam dalam tiga tahun terakhir. Sebelum pindah ke Indonesia menggantikan Roelof Lamberts, Choi menjabat General Director/CEO di Mercedes-Benz Vietnam.

Related Articles