BUSINESS

Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Capai Rp12,6 T, Tertinggi dalam Sejarah

Kenaikan dipicu pemulihan ekonomi global dan lonjakan harga.

Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Capai Rp12,6 T, Tertinggi dalam SejarahShutterstock/New Africa
09 March 2023

Jakarta, FORTUNE - Emiten pertambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat rekor kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Sepanjang 2022, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp12,6 triliun, tumbuh 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp7,9 triliun.

Kenaikan ini terdorong pertumbuhan pendapatan yang dicapai perseroan sebesar Rp42,6 triliun atau meningkat 46 persen dibandingkan 2021 sebesar Rp29,3 triliun.

Di sisi lain, PTBA juga mencatat total aset perusahaan sebesar Rp 45,4 tiriliun per 31 Desember 2022, yang juga meningkat dibandingkan posisi 2021 sebesar Rp 36,1 triliun.

"Kenaikan signifikan dari pendapatan dan laba bersih perseroan didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang diikuti dengan meningkatnya permintaan sektor batu bara, serta kenaikan harga jual batu bara yang signifikan," tulis manajemen perseroan dalam keterangan resmi, Kamis (9/3).

Kinerja Operasional

Dari sisi kinerja operasional, PTBA mencatat total produksi batu bara sepanjang 2022 sebesar 37,1 juta ton, meningkat 24 persen dibanding  2021 yakni sebesar 30,04 juta ton. Sedangkan dari sisi penjualan, hingga akhir tahun lalu perseroan mencatat penjualan sebanyak 31,6 juta ton, tumbuh 12 persen dibanding tahun sebelumnya 28,4 juta ton.

Perseroan juga mencatat penjualan ekspor sebesar 12,5 juta ton dan realisasi Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 19,2 juta ton (216 persen dari target DMO) atau 119 persen dari realisasi 2021 yang sebesar 16,1 juta ton.

Adapun pada 2023, perseroan menargetkan produksi batu bara bisa mencapai 41 juta ton, naik 11 persen dari realisasi 2022 sebesar 37,1 juta ton. Sejalan dengan hal itu, target angkutan tahun ini diharapkan meningkat menjadi 32 juta ton atau naik 11 persen dari realisasi angkutan tahun 2022 yang sebesar 28,8 juta ton.

Volume penjualan batu bara 2023, PTBA menargetkan terjadi peningkatan menjadi 41,2 juta ton atau naik 30 persen dari realisasi penjualan batu bara 2022 yang sebesar 31,7 juta ton.

Progress proyek pengembangan

Dalam keterangannya, perseroan juga melaporkan sejumlah progres proyek yang sedang berjalan.

Pada proyek hilirisasi batu bara misalnya, sejalan dengan visi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan, PTBA berkomitmen mendorong hilirisasi batu bara dan menjaga ketahanan energi nasional. Rencana tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2017.

Sedangkan terkait pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), perusahaan melalui PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP) membangun PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2x660 MW, atau PLTU Tanjung Lalang. HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dan China Huadian HongKong Company Ltd.

Pembangunan PLTU yang nantinya membutuhkan sekitar 5,4 juta ton batu bara per tahun ini telah mencapai kemajuan konstruksi sebesar 97 persen. Pembangkit listrik ini diharapkan dapat mulai beroperasi komersial pada 2023.

Selain itu, PTBA dan PLN melakukan penjajakan dalam pengakhiran lebih awal (early retirement) PLTU Pelabuhan Ratu 3x350 MW. Komitmen ini tertuang melalui penandatanganan Principal Framework Agreement dalam rangkaian agenda Stated-Owned Enterprises(SOE) International Conference di Bali pada 18 Oktober 2022.

Setelah penandatanganan Principal Framework Agreement ini, PTBA dan PLN akan melakukan proses due dilligence (uji tuntas) untuk program early retirement PLTU tersebut.

Sedangkan pada proyek pengembangan energi terbarukan, perusahaan menyebut terus melanjutkan ekspansi.

Salah satu bentuk dukungan PTBA dalam upaya pengurangan emisi karbon global ditandai dengan sinergi bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam pengembangan PLTS berkapasitas 400 Kilowatt-peak (kWp) di jalan tol Jasa Marga Group.

Pembangunan PLTS Jalan Tol Bali Mandara yang telah diresmikan pada 21 September 2022 diklaim menghasilkan manfaat berupa efisiensi energi dan biaya operasional.

Sebelumnya, PTBA telah membangun PLTS di Bandara Soekarno Hatta melalui kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero). PLTS tersebut terdiri dari 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kWp dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). PLTS ini telah beroperasi penuh sejak 1 Oktober 2020.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.