BUSINESS

Bangun Perakitan Bus dan Truk Listrik,VKTR: Kapasitas 1.500 Unit/Tahun

Fasilitas perakitan dibangun di Magelang.

Bangun Perakitan Bus dan Truk Listrik,VKTR: Kapasitas 1.500 Unit/TahunIlustrasi: Bus listrik BYD yang dirakit oleh VKTR di Indonesia. (Dok. VKTR)

by Eko Wahyudi

11 July 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Produsen kendaraan listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), melakukan ekspansi pengembangan fasilitas pabrik perakitan unit bus dan truk listrik.

Fasilitas produksi tersebut berada di Magelang, Jawa Tengah, dan mempunyai luas bangunan 1,8 hektare di atas lahan seluas 4,05 hektare. Kapasitas produksinya mencapai 1.500 unit per tahun atau 6 unit per hari pada tahap awal.

Direktur Utama VKTR, Gilarsi W. Setijono, mengatakan ekspansi dan pengembangan fasilitas produksi tersebut menjadi bukti kesungguhan perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060, serta komitmen "untuk secara bertahap meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen," kata Gilarsi, dalam keterangan pers yang dikutip Selasa (11/7).

Menurutnya, fasilitas lama telah siap berproduksi dan bahkan tengah dalam proses menyelesaikan batch pertama bus listrik BYD berkaroseri lokal.

Ekspansi nantinya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, "seiring dengan peningkatan volume produksi," ujarnya.

Hasil joint venture dengan PT Tri Sakti

Pabrik ini merupakan joint venture antara VKTR dan PT Tri Sakti melalui perusahaan patungan PT VKTR Sakti Industries. 

Dalam tahap pengembangan, PT VKTR Sakti Industries berkolaborasi dengan perusahaan konstruksi Cina, Automotive Engineering Corporation (AE Corp).

Fasilitas yang akan dimiliki pada pabrik ini, yakni perakitan sasis (CKD), perakitan kabin, pengelasan, pengecatan, general assembly, trimming, debugging, retrifikasi untuk body & function test, rear truck body, final audit, serta testing.

Founder Tri Sakti, Widodo, mengatakan perusahaannya beserta VKTR merupakan pabrik kendaraan listrik pertama dalam bidang heavy mobility dan kendaraan niaga dalam negeri.

"Perusahaan berkomitmen memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan dan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia," kata Widodo.

VKTR Teknologi Mobilitas merupakan perusahaan yang berfokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik segmen heavy mobility di Indonesia. Perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini melantai di pasar modal pada 19 Juni 2023 dengan meraup dana IPO Rp875 miliar.

Target TKDN hingga akhir 2023

Sebelumnya, VKTR membidik peningkatan TKDN setiap tahun dalam produksi bus listrik dan truk listrik. 

Komisaris Utama VKTR Teknologi Mobilitas, Anindya Bakrie, mengatakan pihaknya berharap hingga akhir tahun ini TKDN bisa mencapai 30 persen dan tahun depan 50 persen.

"BYD itu adalah suatu perusahaan yang kami kenal sejak 15 tahun yang lalu, terutama bisnis sebelumnya karena BYD itu ahli dalam membuat baterai dan kita membuat baterai untuk telekomunikasi," kata Anindya pada Juni lalu.

VKTR memilih fokus dalam pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) pada segmen kendaraan komersial, khususnya bus dan truk. Data menunjukkan bahwa kebutuhan bus di Jakarta saja mencapai lebih dari 10.000 unit hingga 2030. Jika memperhitungkan potensi di seluruh Indonesia, angka tersebut dapat meningkat hingga 20 kali lipat lebih besar. 

"VKTR telah menjalin kerja sama strategis dengan BYD Auto, produsen bus terbesar di dunia, untuk menguatkan posisinya dalam pengembangan kendaraan listrik. Saat ini, VKTR telah sukses dalam menyediakan 30 unit bus merek BYD yang dioperasikan oleh Transjakarta, dan dalam waktu dekat akan menambahkan 22 unit bus lagi dengan merek yang sama," ujarnya.

Related Topics