Comscore Tracker
BUSINESS

Garuda Indonesia Ajukan Perpanjangan PKPU Selama 30 Hari

Ini akan jadi perpanjangan PKPU terakhir Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia Ajukan Perpanjangan PKPU Selama 30 HariIlustrasi Garuda Indonesia. Shutterstock/Cesc_Assawin

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengajukan permohonan perpanjangan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) selama 30 hari kepada Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan perpanjangan PKPU akan memberikan kesempatan yang lebih optimal bagi perseroan dan segenap kreditur termasuk lessor, dalam mencapai kesepakatan bersama.

“Sebagaimana PKPU yang bertujuan untuk mendapatkan win-win solution bagi seluruh pihak yang terkait, maka kami percaya bahwa proses ini perlu dijalani secara seksama dan dengan prinsip kehati-hatian,” ujar Irfan, dalam keterangannya, Selasa (10/5).

Pengajuan perpanjangan waktu ini, kata Irfan, mempertimbangkan verifikasi klaim yang masih berlangsung, mekanisme rencana perdamaian yang masih didiskusikan lebih lanjut dengan para kreditur perseroan, sekaligus mengakomodir permintaan dari beberapa kreditur.

Jadi permohonan terakhir

Sehubungan dengan tenggat waktu, Garuda berharap bahwa pengajuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum finalisasi rencana perdamaian dan penuntasan proses PKPU. Proses perpanjangan PKPU ini akan menjadi permohonan perpanjangan terakhir yang diharapkan dapat dimaksimalkan oleh seluruh pihak.

Selama proses PKPU berlangsung, Garuda berkomitmen untuk menjamin operasi penerbangan angkutan penumpang dan kargo tetap berjalan normal. Lebih lanjut, kinerja operasional Garuda pada penutup kuartal I-2022 mulai menunjukkan pemulihan yang menjanjikan.

Hal tersebut turut ditunjang oleh adanya relaksasi kebijakan mobilitas perjalanan yang mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan transportasi udara semakin meningkat.

"Selain itu, kembali dioperasikan layanan penerbangan umrah dari sejumlah kota besar di Indonesia serta akan dilaksanakannya penerbangan haji turut menjadi sinyal positif dalam upaya percepatan pemulihan kinerja yang akan terus kami optimalkan" kata Irfan.

Beban Garuda Indonesia

Hingga 25 April, total utang yang tercatat di tim pengurus PKPU Garuda mencapai Rp197 triliun. Kondisi ini menyebabkan jumlah pesawat yang dioperasikan Garuda Indonesia terus merosot. Tantangan yang dihadapi Garuda Indonesia secara operasional saat ini adalah keterbatasan jumlah armada pesawat yang dapat diterbangkan.

Per Maret 2022 lalu jumlah pesawat Garuda Indonesia yang beroperasi hanya 29 unit dari 71 unit pada Januari lalu.

Selain itu, tantangan lainnya adalah tingginya harga bahan bakar avtur yang tentu bisa berdampak negatif pada jumlah pengeluaran Garuda Indonesia.

 

Related Topics

Related Articles