Comscore Tracker
BUSINESS

Nestle Bangun Pabrik Keempat untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi

Produksi komersial ditargetkan aktif pada 2023.

Nestle Bangun Pabrik Keempat untuk Meningkatkan Kapasitas ProduksiIlustrasi : Nestle (Shutterstock)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE -  Nestle saat ini tengah membangun pabrik keempat yang berlokasi di Batang Industrial Park (BIP), Jawa Tengah. Pembangunan dilangsungkan guna meningkatkan kapasitas pabrik sebesar 25 persen atau 775.000 ton senilai CHF220 juta.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, bertemu langsung dengan Head of Operations Nestle Magdi Batato dalam kunjungan kerjanya ke Davos, Swiss (24/5).

Bahlil Lahadalia memastikan akan memfasilitasi pengembangan usaha Nestle di Indonesia. Bahlil mengapresiasi komitmen Nestle untuk rencana kolaborasinya dengan petani dan pelaku UMKM lokal, seperti yang telah dilakukan saat ini, yaitu bermitra dengan 20.000 petani lokal untuk pabriknya di Jawa Timur.

"Saya senang sekali dengan investasi Nestle di Indonesia, karena banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan produk Nestle," kata Bahlil dalam keterangan resmi, Jumat (27/5).

Akan berproduksi pada 2023

Pabrik baru Nestle Bandaraya yang terletak di kawasan industri Batang Industrial Park akan siap berproduksi komersial pada 2023 dan akan menerapkan teknologi mutakhir guna memastikan standar operasional tertinggi yang ramah lingkungan.

Pabrik baru yang dibangun di atas tanah seluas 20 hektar, nantinya akan memproduksi produk susu cair Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo dan Nescafe.

Dalam pertemuan tersebut, Head of Operations Nestle, Magdi Batato, menyampaikan apresiasinya terhadap Kementerian Investasi/BKPM atas dukungan dan fasilitasi investasi Nestle di Indonesia mulai dari groundbreaking sampai dengan saat ini, termasuk dalam proses perizinan investasi.

“Kami sangat berharap agar tim Kementerian Investasi/BKPM dapat terus bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik untuk terus mendukung investasi kami di Indonesia,” ujar Magdi.

Saat ini, Nestle telah memiliki tiga Pabrik di Panjang (Lampung), Cikupa (Banten), dan Kejayan (Jawa Timur). Sebagai salah satu investor asal Swiss yang terbesar, Nestle diharapkan dapat menjadi salah satu perusahaan swasta percontohan yang mendukung pemerintah dalam memperkuat program penguatan pangan di Indonesia serta terus meningkatkan investasinya di Indonesia.

Komitmen Nestle jaga lingkungan

Ganesan Ampalavanar dalam sesi ‘When Profit Meets The Planet’ pada Fortune Indonesia Summit 2022, Kamis (19/5).

Sementara itu, Presiden Direktur Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar, menegaskan Nestle memiliki dua komitmen untuk menyelamatkan bumi.

“Dua komitmen ini adalah menjadikan semua kemasan produk kami di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, reusable and recycleable. Ini komitmen yang besar,” kata Ganesan, saat berbicara di Fortune Indonesia Summit 2022 dalam tema When Profit Meets the Planes, di Jakarta, Kamis (19/5).

Lalu, Nestle juga menyatakan komitmen dalam mencapai nol emisi karbon. Perusahaan ini ingin menjadikan semua kemasan produknya dapat didaur ulang pada 2025.

Meski demikian, Ganesan mengaku bahwa pengemasan daur ulang di seluruh produknya merupakan sebuah tantangan.

“Kita harus memastikan bahwa tanggung jawab kita tidak hanya sampai pada produk kita telah terjual. Tetapi, hingga ujungnya ketika isi dari produk ini sudah dikonsumsi dan bagaimana kemasannya ini,” ujarnya.

Related Articles