Comscore Tracker
BUSINESS

Kementerian Investasi Teken MoU Investasi US$5 Miliar dari CNGR

CNGR adalah salah satu produsen prekursor terbesar dunia.

Kementerian Investasi Teken MoU Investasi US$5 Miliar dari CNGRMenteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama dengan Presiden Direktur PT STI Clayton Shen saat meninjau pabrik rokok elektrik di Malang, Kamis, (30/6). (Dok BKPM).

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Investasi menandatangani nota kesepahaman dengan CNGR Advanced Material Co Ltd, produsen ternary precursor asal China, untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Penandatanganan yang dilakukan Sekretaris Kementerian Investasi Ikmal Lukman dan Chairman of CNGR Advanced Material Co Ltd Deng Weiming, di acara B20 Investment Forum, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/11) itu, menjadi langkah awal kesepakatan kerja sama proyek jangka panjang dengan total nilai investasi US$5 miliar dolar AS. 

Dalam nota kesepahaman, disebutkan bahwa Kementerian Investasi bertanggung jawab untuk membantu CNGR memperoleh semua penerbitan izin proyek dan insentif investasi dari pemerintah.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, yang menyaksikan langsung penandatanganan nota tersebut, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyukseskan program ekosistem kendaraan listrik, termasuk melalui kerja sama dengan produsen prekursor tersebut.

"Indonesia konsisten pada transformasi ekonomi melalui hilirisasi, ini terjadi karena reformasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Saat ini seluruh perizinan tersentral di sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (14/11).

Lewat OSS pula, lanjut Bahlil, semua ketentuan terkait insentif menjadi lebih jelas dan bisa dipercepat. "Tax holiday dan tax allowance dulu di Kementerian Keuangan, sekarang cukup di Kementerian Investasi. Bisa cepat yang penting satu, bisnisnya benar," imbuhnya.

Investor harus gandeng UMKM

Bahlil juga menegaskan komitmen Kementerian Investasi untuk memberi kemudahan bagi para investor dalam melakukan investasi di Indonesia.

Caranya, memfasilitasi kemudahan dalam penerbitan izin usaha sekaligus memberikan fasilitas berupa insentif bagi para investor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini dilakukan untuk terus menarik minat dan meningkatkan kepercayaan investor asing berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, Kementerian Investasi juga mendorong adanya kolaborasi yang harus terjalin antara investor asing dengan pengusaha lokal atau UMKM dalam melaksanakan proyek realisasi investasinya.

"Salah satu syarat yang tertuang dalam nota kesepahaman ini adalah investor asing harus berkolaborasi dengan pengusaha lokal atau UMKM dalam menjalankan proyeknya. Kami ingin pelaku usaha lokal atau UMKM juga memperoleh kesempatan yang baik dari terjalinnya kerja sama ini," ungkapnya.

Bahlil berharap ada dampak berlipat dari investasi yang masuk, termasuk mendukung hilirisasi, memberdayakan UMKM serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Republik Rakyat Tiongkok atau China konsisten masuk dalam posisi lima besar negara dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia pada periode Januari hingga September tahun 2022 ini dengan total realisasi investasi sebesar US$5,2 miliar.

Angka ini diperkirakan akan terus bertambah pada kuartal keempat tahun 2022 dengan makin banyaknya proyek investasi yang terealisasi dari negeri tirai bambu.

Related Articles