Booming Padel Dorong Strategi Bisnis ASICS Indonesia Sepanjang 2026
Jakarta, FORTUNE - ASICS Indonesia memanfaatkan lonjakan popularitas padel sebagai pendorong pertumbuhan bisnis baru pada 2026. Momentum tersebut ditandai dengan peluncuran sepatu padel SONICSMASH FF melalui ajang ASICS Padel SONICSMASH FF Launch yang memadukan product showcase dan kompetisi komunitas untuk memperkuat strategi ekspansi, distribusi, dan pengembangan kategori produk di pasar domestik.
President & COO ASICS, Mitsuyuki Tominaga, menyebut Indonesia sebagai pasar penting bagi pertumbuhan olahraga raket, termasuk padel. Masifnya perkembangan ekosistem padel juga terlihat dengan dibentuknya Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) dan secara resmi memasukkan padel sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON 2028.
“Kami melihat Indonesia sebagai pasar dengan komunitas olahraga yang dinamis dan beragam. Melalui SONICSMASH FF, kami ingin memberikan kontribusi positif pada komunitas padel dengan menghadirkan inovasi berbasis sports science yang mendukung performa pemain,” ujarnya kepada Fortune Indonesia di Jakarta, Minggu (29/3).
Secara bisnis, ASICS melihat padel berkembang sebagai olahraga yang memadukan aktivitas fisik, jejaring sosial, dan gaya hidup urban. Presiden Direktur ASICS Indonesia, Yuya Sugiyama, mengatakan karakter tersebut membuat pertumbuhan komunitas berlangsung cepat dan membuka peluang pasar baru.
“Kami melihat olahraga padel berkembang sangat cepat di Indonesia, terutama di kalangan komunitas urban yang mencari aktivitas olahraga sosial yang menyenangkan. Ini sport yang unik karena menggabungkan olahraga, social networking, dan lifestyle,” ujarnya.
Dari sisi permintaan, lonjakan kebutuhan terlihat sejak akhir 2024 seiring bertambahnya lapangan dan komunitas padel. Marketing Lead CPS ASICS Indonesia, Maitri Widyakirana, mengatakan perusahaan telah mengantisipasi tren tersebut dengan memperluas lini produk secara bertahap sejak 2025.
“Dari akhir 2024 mulai banyak lapangan padel, lalu awal 2025 semakin meningkat. Makanya kita launching produk padel sejak 2025 dan sekarang kita keluarkan seri baru lagi untuk mengantisipasi demand yang tinggi,” ujarnya.
ASICS sebelumnya menghadirkan beberapa model sepatu padel seperti GEL-Resolution, GAME FF, dan GEL-Dedicate, sebelum menambah seri baru SONICSMASH FF yang difokuskan pada kebutuhan pergerakan cepat di lapangan. Maitri mengeklaim, tingginya minat membuat sejumlah ukuran cepat habis meski stok telah ditingkatkan.
Maitri menjelaskan bahwa secara kontribusi bisnis, kategori padel masih berada di bawah running dan tenis. Namun pertumbuhannya menjadi yang paling agresif dalam portofolio ASICS Indonesi saat ini. “Running tetap nomor satu secara bisnis, nomor dua tenis. Padel ini newcomer, tapi sekarang lagi naik-naiknya,” ujarnya.
Fenomena ini juga terlihat unik secara regional. Menurut Maitri, permintaan padel di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lain yang justru didominasi pickleball. “Di Indonesia padel sangat tinggi demand-nya dibanding Singapura, Malaysia, Vietnam maupun Thailand. Di sana pickleball lebih tren, sementara di sini padel berkembang cepat,” katanya.
Untuk menangkap peluang tersebut, ASICS menyiapkan strategi aktivasi pasar melalui roadshow ke berbagai wilayah. Tahun ini perusahaan akan menggabungkan kegiatan tenis dan padel dalam program komunitas di Kalimantan setelah sebelumnya dilakukan untuk tenis di Sumatra.
“Sebagai pendorong penjualan kita juga roadshow. Tahun ini kita ke Kalimantan dengan tennis dan padel drive, jadi kita padukan karena di kota-kota tersebut juga mulai banyak lapangan padel,” ujar Maitri.
Ekspansi jaringan distribusi juga menjadi bagian dari strategi bisnis. Saat ini ASICS memiliki lebih dari 50 toko di Indonesia dan menargetkan sekitar 60 toko hingga akhir 2026. Perusahaan juga mulai masuk ke secondary city seiring meningkatnya permintaan dari luar kota. Menurutnya, pembelian via online banyak dari Kalimantan dan Sulawesi, hal itu menjadi pertimbangan untuk membuka toko karena konsumen ingin mencoba langsung.
Selain sepatu, ASICS belum menghadirkan apparel khusus padel. Untuk sementara, perusahaan masih mengandalkan lini apparel tenis yang dinilai kompatibel dengan kebutuhan permainan padel. ASICS juga melihat tren padel berpotensi berumur panjang, seiring terbentuknya federasi nasional serta meningkatnya jumlah lapangan. Hal ini memperkuat keyakinan perusahaan bahwa kategori tersebut dapat menjadi motor pertumbuhan jangka menengah.
Memasuki 2026, ASICS tetap mempertahankan running sebagai kontributor utama dengan fokus tambahan pada tren trail running yang sedang meningkat. "Tenis juga diperkuat melalui peluncuran ASICS Tennis Club, sementara padel diposisikan sebagai kategori pertumbuhan yang akan terus dikembangkan, termasuk kemungkinan pembentukan komunitas khusus di masa depan," ujar Maitri.
Dengan kombinasi peluncuran produk baru, aktivasi komunitas, ekspansi toko, dan penetrasi ke kota sekunder, ASICS Indonesia menempatkan booming padel sebagai salah satu penggerak baru bisnisnya. Di tengah tren olahraga berbasis komunitas yang terus berkembang, perusahaan melihat peluang memperluas basis konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan sepanjang 2026.



















