Manuver Folago (IRSX) H1-2026: Ekspansi hingga Beli Hak Siar World Cup

Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Haji Isam, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), melakukan rentetan manuver bisnis sepanjang semester-I 2026. Mulai dari right issue, menambah bidang usaha, hingga membeli lisensi siaran Piala Dunia 2026.
Terkait ekspansi, perseroan baru saja mengumumkan rencana masuk ke industri hiburan dan periklanan digital. Lewat langkah itu, perseroan akan berfokus ke bisnis promotor di bawah naungan FolagoPro dan teknologi periklanan melalui AI Digital Twin.
Pada bisnis hiburan, Folago baru mengeksekusi penjualan tiket konser Westlife di Gelora Bung Karno, yang bermitra dengan Sound Rhythm. "Keberhasilan menjual habis tiket konser berskala stadion juga menjadi validasi awal atas strategi ekspansi perseroan di sektor live entertainment," kata Direktur Utama PIRSX, Subioto Jingga, Senin (25/5), dalam keterangan resminya.
Dari total 55.000 tiket, sekitar 20 persennya perseroan tawarkan kepada para pemegang saham IRSX melalui program IRSX GolagoPrive Presale pada 21-22 Mei 2026. Di hari pertama, perseroan menyebut ada 9.200 tiket terjual kepada para investor.
"[Lalu] sisanya 80 persen oleh umum dan itu ludes dalam waktu kurang dari 10 jam," ujar Subioto di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain itu, Folago juga mengumumkan telah membeli hak siar Piala Dunia 2026 FIFA, yang akan ditayangkan di aplikasi Folaplay. Perseroan pun menggandeng Huawei Cloud dan Huawei Tech untuk menyokong aplikasi tersebut. Aplikasi itu diproyeksikan dapat menghimpun ratusan ribu sampai jutaan pengguna.
"Yang terjadi 4 tahun lalu di Piala Dunia, di final, 80 persen bandwidth itu dari internet Indonesia. Apa artinya? Lebih dari puluhan juta orang akan menonton," ujar Subioto.
Sebagai konteks, IRSX akan menggelar RUPS sehubungan dengan rencana penambahan usaha baru itu pada Selasa (30/6). Berdasarkan studi kelayakan oleh pihak ketiga, penambahan kegiatan usaha baru itu diproyeksi berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan sebesar Rp292,5 juta pada 2026; Rp1,17 miliar pada 2027; Rp1,76 miliar pada 2028; Rp2,34 miliar pada 2029; Rp2,93 miliar pada 2030; dan Rp3,51 miliar pada 2031.
Saat ini pun, IRSX tengah memproses right issue. "Saat ini sedang berjalan dan menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata


















