TikTok menyatakan penyesuaian organisasi dilakukan untuk menyelaraskan fungsi R&D dengan kebutuhan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar juru bicara TikTok dalam keterangan resmi, Kamis (2/7).
Perusahaan mengakui keputusan tersebut bukan langkah yang mudah. TikTok menyampaikan bahwa selama proses transisi berlangsung, perusahaan berfokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak.
Kendati demikian, TikTok tidak mengonfirmasi informasi mengenai jumlah pegawai yang terkena PHK maupun persentase karyawan yang dipertahankan. Perusahaan hanya menegaskan bahwa perubahan organisasi difokuskan pada fungsi R&D sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis.
Di tengah penyesuaian organisasi, TikTok tretap memastikan komitmennya terhadap pengembangan Tokopedia tetap berlanjut.
"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," ujar juru bicara TikTok.
TikTok sendiri menguasai 75,01 persen saham PT Tokopedia setelah menyelesaikan transaksi investasi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada akhir 2023. Sejak saat itu, operasional TikTok Shop dan Tokopedia diintegrasikan dalam satu ekosistem bisnis.