Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Pacu Pengembangan Panas Bumi, PGE Angkat Ahmad Yani sebagai Dirut

Pertamina Geothermal Energy.
Pertamina Geothermal Energy. (dok.PGE)
Intinya sih...
  • Ahmad Yani diangkat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, menggantikan Julfi Hadi.
  • Pergantian direksi diharapkan mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi nasional dari sisi kebijakan.
  • PGE menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi mengangkat Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, menggantikan Julfi Hadi, serta menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi menggantikan Ahmad Yani. Pergantian nakhoda perusahaan tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi nasional dari sisi kebijakan dna operasional.

Penunjukan tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin 20 Januari lalu.

Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Gigih Udi Atmo mengatakan penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama menjadi langkah strategis perseroan untuk memastikan arah bisnis tetap berjalan seiring dengan target yang ditetapkan.

“Kami optimistis keputusan strategis ini membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional Perseroan yang lebih luas ke depan. Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih.

Rekam Jejak

Ahmad Yani sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk sejak 2023. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang serta pengalaman mendalam di industri panas bumi.

Selama menjabat, Ahmad Yani disebut berkontribusi signifikan dalam menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi pembangkitan, serta memastikan pengelolaan operasional yang berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perseroan. Pada 2025, Ahmad Yani berhasil mengantarkan PGE mencapai all-time high produksi.

Di luar penguatan kinerja operasional, Ahmad Yani juga mendorong akselerasi pengembangan teknologi dan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi industri panas bumi. Inisiatif ini diwujudkan melalui berbagai inovasi, termasuk inisiasi pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan Flow2Max® dan G-Bionic.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Ahmad Yani menyampaikan komitmennya untuk meneruskan kepemimpinan Perseroan sekaligus menjaga kesinambungan visi strategis yang telah dibangun, memastikan PGE terus melangkah sesuai arah pertumbuhan jangka panjangnya.

“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Di tengah momentum transformasi sektor energi yang semakin menguat, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi,” katanya.

PGE menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Langkah ini ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060. .

Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham menerima pemberhentian dengan hormat Julfi Hadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama PGE. Keputusan ini sebagai tindak lanjut atas surat pengunduran diri yang diterima Perseroan pada 25 November 2025. Gigih Udi Atmo turut memberikan apresiasi atas kontribusi Julfi Hadi selama masa kepemimpinannya sejak 2023.

Sementara itu, Andi Joko Nugroho dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, menggantikan Ahmad Yani.

Andi Joko Nugroho yang sebelumnya merupakan VP Operation & Engineering PGE membawa pengalaman dan kompetensi yang luas ke PGE.

Kehadirannya di jajaran direksi diharapkan dapat memberikan penguatan pada tata kelola Perseroan, meningkatkan efektivitas operasional, serta mendukung pelaksanaan strategi bisnis perseroan secara lebih solid dan berkelanjutan ke depan.

Dengan adanya pergantian ini, maka susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menjadi sebagai berikut:

Susunan Komisaris

Komisaris Utama : Gigih Udi Atmo

Komisaris : John Anis

Komisaris : Abdulla Zayed

Komisaris Independen : Abdul Musawir Yahya

Komisaris Independen : Mohammad Firmansyah

Susunan Direksi

Direktur Utama : Ahmad Yani

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan : Edwil Suzandi

Direktur Operasi : Andi Joko Nugroho

Direktur Keuangan : Yurizki Rio

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

Indonesia Gabung Koalisi Kemajuan Pasar Karbon, Ini Tujuan & Fungsinya

21 Jan 2026, 14:49 WIBBusiness