Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pangkas Biaya, PHK Volkswagen Bertambah hingga 100.000 Orang
Volkswagen ID Buzz (www.vw.co.id)
  • Volkswagen berpotensi melakukan PHK tambahan hingga total 100.000 karyawan secara global untuk menekan biaya dan meningkatkan daya saing di tengah tekanan industri otomotif yang makin ketat.
  • CEO Oliver Blume menyebut perusahaan masih mengevaluasi kebutuhan riil tiap lini bisnis, sambil mencari solusi efisien agar tidak perlu menutup empat pabrik yang belum menemukan skenario bisnis kompetitif.
  • Sebagai bagian restrukturisasi besar, Volkswagen akan memangkas 50% model kendaraan dan 75% varian tiap model hingga 2030 guna menyederhanakan operasi, memperkuat profitabilitas, serta mempercepat transformasi organisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen, Oliver Blume, memberi sinyal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) tambahan terhadap 50.000 orang untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada karyawan dalam memo internal.

Pernyataan itu sekaligus membuka kemungkinan rencana raksasa otomotif Jerman itu akan meluas hingga 100.000 tenaga kerja secara global. Sebelumnya, perusahaan menyepakati pemangkasan sekitar 50.000 karyawan di seluruh grup, termasuk di anak usaha Porsche dan Audi.

Blume tengah berupaya merampingkan operasional produsen mobil terbesar di Eropa tersebut. Volkswagen menghadapi tekanan akibat penurunan laba, beban tarif impor yang mencapai miliaran euro, persaingan yang semakin sengit di pasar hina, serta tuntutan untuk meningkatkan efisiensi jaringan manufakturnya di Jerman.

Dalam memo tersebut, Blume menyebut Volkswagen masih memiliki kesenjangan biaya sekitar 20 persen dibandingkan para pesaingnya, sehingga perusahaan perlu melanjutkan upaya efisiensi biaya.

"Kondisi tersebut secara teoritis mengarah pada kebutuhan pengurangan sekitar 50.000 pekerjaan tambahan di seluruh dunia," tulis Blume dalam memo internal dilansir dari Reuters, Selasa (14/7).

Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan masih mengevaluasi kebutuhan riil di setiap lini bisnis.

"Kami sedang menilai di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah operasi mengenai berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," ujar Blume.

Volkswagen sempat menolak berkomentar perihal laporan yang menyebut perusahaan tengah mempertimbangkan pemangkasan hingga 100.000 tenaga kerja.

Memo tersebut muncul setelah serikat pekerja mendesak manajemen menjelaskan rencana restrukturisasi yang dipresentasikan Blume kepada dewan pengawas perusahaan pada Kamis lalu.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, perwakilan pekerja di dewan pengawas menolak usulan restrukturisasi yang mencakup PHK serta kemungkinan penutupan empat pabrik Volkswagen.

Blume mengakui bahwa hingga saat ini perusahaan belum menemukan skenario bisnis yang kompetitif untuk pabrik Volkswagen di Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan lebih memilih mencari "solusi cerdas" dibandingkan menutup fasilitas produksi. Sebelumnya, Blume sempat mengusulkan pemanfaatan pabrik yang kapasitasnya belum optimal untuk mendukung industri pertahanan atau memproduksi model Volkswagen asal China di Eropa.

Pangkas Kapasitas Produksi

Dalam pernyataan resminya setelah pertemuan dengan para pemangku kepentingan pada Kamis, Volkswagen tidak menyinggung rencana PHK maupun penutupan pabrik.

Dikutip dari Top Gear, Grup Volkswagen mengumumkan rencana besar untuk mengurangi sekitar 50 persen jumlah model kendaraan yang diproduksi dalam beberapa tahun ke depan. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi untuk meningkatkan profitabilitas dan memperkuat daya saing perusahaan di tengah tekanan industri otomotif global.

Dalam pernyataannya, Volkswagen menyebut strategi tersebut akan memfokuskan bisnis hanya pada segmen pasar yang paling menarik dan menjadi bagian dari paket transformasi komprehensif yang akan dijalankan hingga 2030.

"Tujuan kami jelas: pada 2030, Volkswagen Group akan menjadi perusahaan otomotif paling menarik di dunia, dengan merek-merek ikonik, produk yang menginspirasi, teknologi terdepan, kinerja keuangan yang kuat, performa yang andal di pasar modal, serta semangat kerja tim yang solid," ujar Oliver Blume.

Menurutnya, perusahaan kini memasuki fase baru transformasi dengan mempercepat penyederhanaan organisasi dan bisnis.

"Dengan rencana masa depan ini, kami menjadikan Volkswagen Group lebih cepat, lebih tangguh, dan lebih kompetitif melalui pengurangan kompleksitas, fokus pada teknologi utama, penyelarasan yang lebih kuat antara produk, pengembangan, dan produksi dengan kebutuhan pasar regional, pengurangan kapasitas berlebih, penyederhanaan portofolio investasi, serta struktur organisasi yang jauh lebih ramping," katanya.

Selain memangkas jumlah model kendaraan hingga separuh, Volkswagen juga akan mengurangi pilihan varian dan konfigurasi setiap model hingga 75 persen. Langkah tersebut diharapkan dapat menyederhanakan proses pengembangan produk, manufaktur, dan rantai pasok sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien.

Perusahaan juga akan memperluas penggunaan platform kendaraan dan perangkat lunak bersama di seluruh grup untuk menciptakan sinergi yang lebih besar antar merek.

Kebijakan tersebut akan berlaku bagi seluruh merek di bawah Volkswagen Group, termasuk Volkswagen, Audi, Skoda, Seat, Cupra, Porsche, Lamborghini, dan Bentley.

Volkswagen juga berencana merampingkan struktur manajemen guna mempercepat proses pengambilan keputusan.

Di sisi produksi, perusahaan menurunkan target kapasitas produksi tahunan menjadi 9 juta unit kendaraan, lebih rendah dibandingkan target sebelum pandemi COVID-19 yang mencapai 12 juta unit per tahun.

Hingga kini, Volkswagen belum mengungkapkan model-model kendaraan yang akan dihentikan produksinya sebagai bagian dari strategi rasionalisasi tersebut.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article