Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perang Dagang Memanas, Kanada Siapkan Tarif Impor Balasan
ilustrasi bendera Kanada dan Amerika Serikat (unsplash.com/Walter Martin)
  • Kanada menyiapkan tarif impor balasan hingga 50 persen untuk produk AS senilai hampir C$28 miliar, mencakup baja, furnitur, tuna segar, dan kaos katun, mulai 8 September 2026.
  • Pemerintah Kanada juga mengalokasikan C$7,5 miliar bagi perusahaan dan pekerja terdampak tarif AS, setelah negosiasi perdagangan kedua negara kembali gagal.
  • Mark Carney menilai klausul AS mengancam kedaulatan dagang Kanada; Trump kemudian mengisyaratkan tarif mobil Kanada dapat dinaikkan menjadi 50 persen mulai 1 Januari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (23/8)

Mark Carney mengatakan persoalan negosiasi perdagangan tidak hanya berkaitan dengan tarif dan akses pasar. Ia menilai klausul Washington menyentuh aspek kedaulatan Kanada.

akhir pekan lalu

Pembicaraan perdagangan Kanada dan AS gagal, sehingga perselisihan dagang kembali memburuk.

Rabu (26/8)

Pemerintah Kanada menyatakan tarif balasan merupakan respons terhadap tarif AS atas berbagai barang asal Kanada.

8 September 2026

Tarif balasan Kanada dijadwalkan mulai berlaku.

1 Januari

Trump mengancam menaikkan tarif AS terhadap mobil Kanada menjadi 50 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kanada menyiapkan tarif impor balasan hingga 50 persen terhadap sejumlah produk asal AS.
  • Who?
    Pemerintah Kanada, Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne terlibat dalam perselisihan ini.
  • Where?
    Kanada dan Amerika Serikat.
  • When?
    Tarif balasan Kanada dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September 2026. Trump mengancam tarif mobil Kanada mulai 1 Januari.
  • Why?
    Perundingan perdagangan kedua negara menemui jalan buntu, setelah AS mengenakan tarif hingga 50 persen terhadap berbagai barang asal Kanada.
  • How?
    Kanada menyasar produk AS senilai hampir C$28 miliar dan menyiapkan tambahan dana sekitar C$7,5 miliar bagi perusahaan serta pekerja terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kanada dan Amerika sedang tidak sepakat soal jual beli barang. Kanada mau memberi tarif sampai 50 persen untuk barang dari Amerika. Tarif itu mulai berlaku 8 September 2026. Kanada juga menyiapkan uang untuk membantu perusahaan dan pekerja. Trump berkata Amerika bisa menaikkan tarif mobil Kanada menjadi 50 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tambahan dana sekitar C$7,5 miliar yang disiapkan pemerintah Kanada memberi ruang dukungan bagi perusahaan dan pekerja yang terdampak tarif AS. Kebijakan ini ditujukan untuk meminimalkan potensi kehilangan pekerjaan dan membantu perusahaan bertahan di tengah hambatan perdagangan lintas batas yang meningkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) memanas. Kanada menyiapkan tarif impor balasan hingga 50 persen terhadap sejumlah produk asal negeri tetangganya itu setelah perundingan perdagangan kedua negara kembali menemui jalan buntu.

Tarif balasan tersebut menyasar produk AS dengan nilai hampir C$28 miliar atau sekitar US$20 miliar. Sejumlah barang yang masuk dalam daftar antara lain baja, furnitur, tuna segar, hingga kaos berbahan katun.

Menurut warta BBC, Rabu (26/8), pemerintah Kanada menyatakan kebijakan tersebut merupakan respons terhadap keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang mengenakan tarif hingga 50 persen terhadap berbagai barang asal Kanada. Tarif balasan Kanada dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September 2026.

Daftar produk yang menjadi sasaran dirancang mencerminkan barang-barang Kanada yang sebelumnya terdampak kebijakan tarif AS. Langkah tersebut menjadi eskalasi terbaru dalam perselisihan dagang yang kembali memburuk setelah pembicaraan perdagangan kedua negara gagal pada akhir pekan lalu.

Menteri Keuangan Kanada, François-Philippe Champagne, mengatakan pemerintah tidak memiliki banyak pilihan selain mengambil tindakan demi melindungi kepentingan pekerja dan dunia usaha di dalam negeri.

"Tarif-tarif itu akan memiliki konsekuensi nyata bagi para pekerja, bisnis, dan masyarakat Kanada di seluruh negeri. Kanada harus merespons," ujar Champagne.

Menurut dia, kebijakan tarif balasan tersebut bukan sekadar tindakan pembalasan, melainkan dirancang sebagai langkah yang adil sekaligus strategis dalam menghadapi tekanan perdagangan dari AS.

Pemerintah Kanada juga menyiapkan tambahan dana C$7,5 miliar untuk membantu perusahaan dan pekerja yang terdampak tarif AS. Dukungan tersebut ditujukan untuk meminimalkan potensi kehilangan pekerjaan serta membantu perusahaan tetap bertahan di tengah meningkatnya hambatan perdagangan lintas batas.

Sengketa dagang jadi persoalan kedaulatan

Default Image

Menurut Fortune, Minggu (23/8), Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengatakan persoalan dalam negosiasi perdagangan tidak hanya berkaitan dengan tarif dan akses pasar. Menurut dia, Washington memasukkan klausul pada jam-jam terakhir perundingan yang dinilai akan membatasi kemampuan Kanada dalam membuat kesepakatan perdagangan dengan negara lain.

Carney menilai tuntutan tersebut tidak dapat diterima karena menyentuh aspek kedaulatan Kanada.

Sengketa ini sekaligus menjadi ujian terhadap pendekatan Carney yang mendorong negara-negara dengan kekuatan menengah agar mampu menghadapi tekanan ekonomi dari negara-negara besar seperti AS dan Cina, meskipun keputusan tersebut dapat membawa konsekuensi ekonomi.

Karena itu, perselisihan dagang dengan AS tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan tarif. Bagi Kanada, konflik tersebut juga menyentuh ruang gerak negara dalam menentukan kebijakan perdagangan dan membangun hubungan ekonomi dengan negara lain.

Di sisi lain, Gedung Putih menilai Kanada justru menjadi pihak yang menghambat tercapainya kesepakatan. Dalam pernyataannya setelah Kanada mengumumkan tarif balasan, pemerintah AS menyebut Washington telah menawarkan Kanada akses pasar yang paling istimewa dibandingkan dengan negara mana pun di dunia dalam perundingan terakhir.

"Alih-alih bermitra, Kanada memilih tuntutan yang tidak masuk akal, penarikan kembali komitmen, dan penolakan mentah-mentah," demikian pernyataan Gedung Putih.

Trump kembali serang Kanada

Default Image

Trump juga kembali melontarkan kritik terhadap Kanada melalui sejumlah unggahan pada platform Truth Social. Ia menuding Kanada telah menipu AS selama beberapa dekade dan memberlakukan tarif tinggi terhadap produk pertanian Amerika.

"Saya berurusan dengan banyak negara, dan Kanada adalah negara yang paling sulit dan tidak masuk akal," demikian Trump.

Dia bahkan mengatakan Kanada merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus dari AS, tetapi menurutnya negara tersebut tidak lagi memiliki posisi demikian.

Pernyataan Trump kemudian berkembang menjadi ancaman baru terhadap hubungan ekonomi kedua negara. Ia mengisyaratkan AS dapat mengenakan tarif lebih tinggi terhadap kendaraan asal Kanada.

Trump mengancam menaikkan tarif AS terhadap mobil Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari. Ancaman tersebut berpotensi semakin meningkatkan tekanan terhadap industri otomotif yang memiliki rantai pasok terintegrasi erat di kedua negara.

Editorial Team

Related Article