Perluas Lini F&B, Bobobox Garap Restoran di Vila Bersejarah Riung Gunung

- Bobobox memperluas bisnis ke sektor kuliner lewat Boboeatery dengan membuka restoran pertama, Nilagiri, di Vila Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor.
- Nilagiri menghidupkan kembali Vila Riung Gunung yang dibangun pada 1955-1957 atas arahan Soekarno, sambil menyajikan menu seperti ayam goreng sambal embe dan panekuk.
- Ekspansi F&B ditopang operasi Bobobox yang mencakup lebih dari 1.700 kamar di 39 lokasi, okupansi di atas 75 persen, serta 70 persen pemesanan langsung via aplikasi.
Jakarta, FORTUNE – Penyedia layanan hospitality, Bobobox, baru saja memperluas jangkauan bisnisnya ke sektor kuliner via lini bisnis Boboeatery, dengan membuka restoran pertamanya, Nilagiri, di Vila Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor.
Co-Founder dan CEO Bobobox, Indra Gunawan, menilai kawasan pegunungan menjadi titik temu ideal antara waktu berkumpul keluarga, layanan ramah, dan sajian kuliner.
“Vila ini pernah menjadi tempat singgah dan beristirahat, sekaligus menerima dan menjamu tamu. Melalui Nilagiri, kami ingin meneruskan esensi tersebut agar kembali dapat dikenal dan dirasakan oleh lebih banyak orang,” kata Indra.
Vila Riung Gunung memiliki nilai sejarah karena dibangun di bawah arahan Mantan Presiden Soekarno dengan Soedarsono sebagai arsiteknya pada kurun 1955-57.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut positif reaktivasi vila bersejarah tersebut.
“Ini merupakan salah satu bangunan yang bersejarah. Mudah-mudahan ini juga bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional,” ujar Fadli melalui keterangan resmi yang dikutip Kamis (20/8).
Restoran tersebut menghadirkan sejumlah signature menu, seperti Ayam Goreng Sambal Embe, Ikan Goreng Sambal Aceh, dan Panekuk.
Kehadiran Nilagiri memperkuat portofolio Boboeatery dalam menciptakan ruang baru pengembangan pengalaman hospitality. Sebelumnya, Boboeatery telah meluncurkan Bobodeli Express yang menyajikan berbagai minuman dan pastry.
Penetrasi ke bisnis F&B ini ditopang oleh rekam jejak operasional perseroan melalui pengoperasian lebih dari 1.700 kamar di 39 lokasi di Indonesia melalui jaringan Bobopod, Bobocabin, dan Boboliving.
Bobobox mempertahankan tingkat rata-rata okupansi di atas 75 persen. Selain itu, efisiensi berbasis teknologi mendukung pengalaman transaksi yang seamless, dengan sekitar 70 persen tamu melakukan pemesanan langsung melalui aplikasi digital.

















