Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Profil Bayan Resources (BYAN), Bisnis dan Pemegang Sahamnya

Profil Bayan Resources (BYAN), Bisnis dan Pemegang Sahamnya
proyek penting Bayan Group (bayan.com.sg)
  • Bayan Resources, perusahaan batu bara terintegrasi yang didirikan Low Tuck Kwong, melantai di BEI dengan kode BYAN sejak Agustus 2008.

  • Proyek Tabang/Pakar ditargetkan berkapasitas lebih dari 60 juta ton per tahun pada 2026.

  • Rumor akuisisi 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam dibantah manajemen. Saham sempat volatil dan ditutup turun 6,95 persen pada sesi I 19 Agustus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi sorotan setelah sahamnya bergerak volatil dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan itu dikaitkan dengan rumor akuisisi saham oleh Haji Isam. Namun, isu dibantah oleh manajemen BYAN melalui keterbukaan informasi kepada BEI.

Bayan Resources sendiri diketahui sebgaai salah satu perusahaan batu bara besar di Indonesia. Bisnisnya mencakup kegiatan pertambangan hingga infrastruktur pendukung.

Berikut profil Bayan Resources (BYAN), mulai dari sejarah perusahaan, bisnis, hingga informasi terbaru.

  1. Profil Bayan Resources (BYAN)

    Bayan Resources merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang menjalankan kegiatan usahanya di Kalimantan. Perusahaan ini didirikan oleh Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bayan Group.

    Perjalanan Bayan Resources berawal dari bisnis yang dirintis Low Tuck Kwong di Indonesia pada 1973. Saat itu, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) di bidang pekerjaan tanah, konstruksi sipil, dan struktur kelautan. Kemudian, bisnis merambah sektor pertambangan batu bara dengan menjadi kontraktor pertambangan pada 1988.

    Ekspansi ke industri batu bara berlanjut pada 1998 ketika Low Tuck Kwong mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP) dan PT Dermaga Perkasapratama (DPP). Akuisisi menjadi salah satu tonggak penting dalam pembentukan Bayan Group sebagai perusahaan pertambangan batu bara terintegrasi.

    Bisnis Bayan terus berkembang hingga PT Bayan Resources Tbk resmi melantai di BEI pada Agustus 2008 dengan kode saham BYAN. Setelah IPO, perusahaan melanjutkan ekspansi melalui sejumlah akuisisi serta pengembangan aset pertambangan dan infrastruktur pendukung batu bara.

  2. Bisnis dan infrastruktur

    Berdasarkan data BEI, Bayan Resources kini memiliki 27 anak perusahaan di berbagai sektor. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sejumlah proyek pertambangan batu bara, salah satunya Tabang/Pakar di Kalimantan Timur.

    Proyek tersebut berkembang dari produksi sekitar 1,9 juta ton pada 2014 menjadi sekitar 22,7 juta ton pada 2018. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi dari proyek Tabang/Pakar hingga lebih dari 60 juta ton per tahun pada 2026.

    Selain pertambangan, Bayan memiliki infrastruktur yang mendukung proses pengangkutan dan pengiriman batu bara. Fasilitas tersebut antara lain Balikpapan Coal Terminal, Perkasa dan Wahana Jetties, serta dua floating transfer barges.

    Bayan juga membangun jalan angkut batu bara dan sistem overland conveyor sepanjang 101 kilometer yang menghubungkan proyek Tabang/Pakar dengan pemuatan tongkang di Muara Pahu. Infrastruktur ini disiapkan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan distribusi batu bara.

  3. Pemegang saham BYAN

    Low Tuck Kwong tercatat sebagai salah satu pemegang saham utama Bayan Resources dengan kepemilikan sekitar 40,25 persen berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, Elaine Low memiliki sekitar 22 persen saham BYAN.

    Kepemilikan saham keduanya menjadi sorotan setelah muncul rumor bahwa Haji Isam berencana mengambil alih sekitar 62,2 persen saham BYAN. Namun, Bayan Resources lewat Secretary Bayan Resources Jenny Quantero menyatakan belum mengetahui rencana transaksi tersebut

    “Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut,” tulis manajemen Bayan, Selasa (18/8).

    Lantaran belum ada transaksi yang dapat dikonfirmasi, perusahaan juga belum dapat menjelaskan dampaknya terhadap pengendalian perseroan.

  4. Pergerakan saham BYAN terbaru

    Rumor akuisis oleh Haji Isam muncul bersamaan dengan lonjakan saham BYAN. Setelah menguat tajam pada perdagangan Selasa (18/8), saham BYAN berbalik melemah pada Rabu (19/8).

    Hingga penutupan sesi I, saham BYAN berada di level Rp16.075, turun 6,95 persen atau Rp1.200. Sebelumnya, saham tersebut sempat naik hingga Rp18.050 pada pukul 09.40 WIB sebelum kembali turun.

    Saham BYAN turut menjadi perhatian karena kapitalisasi pasarnya yang besar, sehingga pergerakan harganya dapat memengaruhi IHSG. Hingga 18 Agustus 2026, manajemen Bayan menyatakan tidak ada informasi material yang belum disampaikan kepada publik.

    FAQ seputar profil Bayan Resources (BYAN)

    Apa bisnis utama Bayan Resources?

    Bayan Resources bergerak di sektor pertambangan batu bara dan memiliki sejumlah infrastruktur pendukung.

    Siapa pendiri Bayan Resources?

    Bayan Resources didirikan oleh Dato’ Dr. Low Tuck Kwong.

    Apakah BYAN mengonfirmasi rencana akuisisi oleh Haji Isam?

    Tidak, perusahaan menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi tersebut.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More