Jakarta, FORTUNE - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)tidak merevisi target marketing sales kendati suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mengalami kenaikan 25 basis poin menjadi 5,50 persen dan berpotensi menekan permintaan properti.
Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela menjelaskan ketika menetapkan target marketing sales di awal tahun, kondisi geopolitik global dan ekonomi sangat berbanding terbalik dengan keadaan saat ini. Sehingga, perusahaan tidak memperhitungkan faktor kenaikan suku bunga.
"Jajaran direksi sampai detik ini belum ada niat untuk merevisi baik ke bawah atau ke atas target tahunan marketing sales," ujar Christy dalam paparan publik PANI yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (11/6).
Perusahaan mematok target marketing sales hingga Desembar 2026 masih di angka Rp4,3 triliun. Target tersebut ditopang oleh penjualan rumah tapak, ruko, rukan, serta kaveling komersial di kawasan pengembangan PIK2.
Christy menambahkan, bahwa perusahaan juga melakukan diversifikasi sumber pendapatan melalui anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yang berfokus pada pengembangan aset dengan pendapatan berulang (recurring income). Langkah ini merupakan salah satu strategi perusahaan mengantisipasi tantangan pasar properti.
"CBDK merupakan pilihan jika ingin berinvestasi di PIK2, di mana porsi recurring income lebih signifikan. CBDK juga saat ini sedang membangun portfolio recurring income-nya, yang sudah beroperasi sejak akhir 2025 yaitu NICE, Nusantara International Convention Exhibition," kata Christy.
CBDK juga tengah mengembangkan hotel Hilton berkapasitas 271 kamar yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II atau kuartal III 2027. Kehadiran hotel tersebut diharapkan menjadi kontributor baru bagi pendapatan berulang perseroan.
Christy menegaskan, bahwa saat ini PANI masih menjadi pemegang saham pengendali CBDK dengan kepemilikan sekitar 87 persen. Dengan struktur kepemilikan tersebut, sebagian besar pendapatan dihasilkan CBDK akan tetap terkonsolidasi ke dalam kinerja PANI.
"Jadi apapun yang dinikmati oleh CBDK, 87 persen akan dinikmati oleh PANI sendiri," ujar Christy.
Pada kuartal pertama 2026, PANI membukukan marketing sales sebesar Rp968 miliar atau setara dengan 23 persen dari target tahunan. Sementara itu pendapatan emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Aguan ini mencapai Rp1,1 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp578 miliar atau meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama didorong oleh kontribusi penjualan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2.