Dalam laporan tersebut, Indika Energy mencatatkan pendapatan konsolidasi senilai 1,1469 miliar dolar AS sepanjang enam bulan pertama 2026. Angka ini tumbuh 19,9 persen dibandingkan 956,8 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kideco Jaya Agung menjadi salah satu kontributor terbesar pada seluruh kinerja keuangan Indika Energy. Pertumbuhan pendapatan tercatat naik 10,2 persen menjadi 855,1 juta dolar AS secara tahunan.
Peningkatan pendapatan Kideco dipicu kenaikan harga jual rata-rata batu bara global sebesar 54,7 dolar AS per ton atau bertambah 6,8 persen. Volume penjualan batu bara turut naik 2,4 persen dan berada di level 14,8 juta ton.
Komposisi pemasarannya meliputi 6,4 juta ton atau 43,5 persen untuk pasar domestik. Sebanyak 56,5 persen atau 8,3 juta ton dari volume penjualan untuk pasar ekspor.
Kideco juga membukukan perbaikan margin laba kotor sebesar 19 persen pada semester I/2026. Persentase tersebut naik sekitar 4 persen dibandingkan 14,2 persen pada semester I/2025.
PT Kideco Jaya Agung adalah perusahaan apa? | Kideco Jaya Agung adalah perusahaan produsen dan tambang batu bara di Indonesia. |
PT Kideco Jaya Agung milik siapa? | Kideco Jaya Agung dimiliki oleh Indika Energy dengan kepemilikan sebesar 91 persen. |
Kideco apakah BUMN? | Tidak. Kideco Agung Jaya merupakan perusahaan swasta yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. |
Berapa produksi batu bata Kideco Jaya Agung? | Total produksi batu bara Kideco mencapai 30,5 juta ton dengan volume penjualan sebesar 30,8 juta ton pada 2025. |