Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bluebird Raih Pendapatan Rp2,97 Triliun di Paruh-I 2026, Naik 11,3%

Bluebird Raih Pendapatan Rp2,97 Triliun di Paruh-I 2026, Naik 11,3%
Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono pada Acara Diskusi Media di Jakarta, (6/2)/Dok Istimewa
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Blue Bird membukukan pendapatan Rp2,97 triliun pada semester-I 2026, tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Layanan taksi menyumbang sekitar 69 persen dari pendapatan, sedangkan layanan non-taksi berkontribusi sekitar 31 persen.
  • Cititrans menjadi segmen non-taksi dengan pertumbuhan tercepat, sementara Bigbird dan rental ditopang permintaan korporasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun pada semester-I 2026, tumbuh 11,3 persen dibandingkan pada semester-I pada 2025.

Sejalan dengan itu, EBITDA perseroan mencapai Rp714 miliar, naik 6,6 persen (YoY) dari Rp662,5 miliar. Di sisi lain, laba bersih sebesar Rp323,8 miliar, turun 4,4 persen (YoY) dari Rp335,4 miliar menjadi Rp320,6 miliar.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono mengatakan, perseroan akan terus memperkuat investasi di tiap lini bisnis, meningkatkan kualitas operasional serta pengembangan sumber daya manusia. "Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan," kata Andre dalam keterangan resmi, Selasa (4/8).

Strategi tersebut tercermin pada komposisi pendapatan, dengan layanan taksi yang menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 69 persen terhadap total pendapatan dan tumbuh 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, layanan non-taksi yang mencakup layanan shuttle, rental, bus, dan layanan mobilitas lainnya berkontribusi sekitar 31 persen.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan produktivitas armada, kinerja yang semakin kuat di berbagai wilayah operasional di Indonesia, serta optimalisasi kanal digital.

Di antara lini bisnis non-taksi, layanan shuttle melalui Cititrans jadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, didukung peningkatan ketersediaan armada, optimalisasi rute, serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.

Sementara itu, Bigbird mempertahankan kinerja melalui permintaan dari segmen korporasi dan perjalanan rombongan, sedangkan bisnis rental terus bertumbuh didukung permintaan stabil dari pelanggan korporasi.

BIRD juga mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup armada sebagai bagian dari ekosistem bisnis Bluebird. Melalui penjualan kendaraan eks-operasional yang telah direkondisi sesuai standar Bluebird, perseroan mengoptimalkan nilai armada sekaligus menjawab tingginya permintaan terhadap kendaraan bekas.

"Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan terus memperkuat portofolio dengan layanan baru, meningkatkan produktivitas armada, serta menjalankan operasional secara disiplin agar dapat terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan," kata Andre.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More