Pendapatan NSSS Naik 66% di Paruh-I 2025, Laba Turut Meroket 1.152%

Jakarta, FORTUNE - Emiten sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) atau grup NSS membukukan laba bersih senilai Rp314,26 miliar pada semester-I 2025, meroket 1.152,5 persen (YoY) dari Rp22,09 miliar pada semester-I 2024.
Sejalan dengan kenaikan signifikan pada laba NSSS itu, penjualan perseroan juga tercatat melonjak 66,2 persen (YoY) dari Rp569,6 miliar menjadi Rp946,6 miliar.
Dikutip dari laporan keuangan NSSS per akhir Juni 2025, penjualan terbesar berasal dari segmen crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah kepada pihak ketiga, yang membukukan Rp807,5 miliar, bertumbuh 57,9 persen (YoY) dari Rp511,3 miliar pada 6 bulan pertama 2024.
Di sisi lain, penjualan produk palm kernel (PK) atau inti biji kelapa sawit kepada pihak ketiga pada paruh-I 2025 bernilai Rp139,1 miliar, melambung 138,7 persen (YoY) dari Rp58,3 miliar pada periode yang sama pada 2024.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan pendapatan operasi lainnya, dari Rp1,4 miliar menjadi Rp3,6 miliar.
Pertumbuhan signifikan pada pos penjualan Nusantara Sawit Sejahtera itu menjadi katalis yang menjaga pertumbuhan laba usaha perseroan, walaupun beban pokok penjualan tercatat meningkat 3 persen (YoY).
Dari segi neraca keuangan, NSSS melaporkan aset sejumlah hampir Rp3,9 triliun pada akhir Juni 2025, naik dari Rp3,7 triliun pada penghujung 2024. Jumlah ekuitas bersih perseroan pun bertumbuh dari Rp1,4 triliun menjadi hampir Rp1,7 triliun.
Di lain sisi, liabilitas milik Nusantara Sawit Sejahtera menurun dari hampir Rp2,4 triliun pada akhir Desember 2024, menjadi Rp2,2 triliun.
Saham NSSS pun menguat 1,42 persen di harga Rp428 pada akhir perdagangan Jumat (29/8), setelah pengumuman kinerja terbaru perseroan. Dikutip dari IDX Mobile, dalam seminggu terakhir perdagangan, harga NSSS telah naik 1,90 persen. Bahkan, penguatan harga NSSS telah mencapai 8,08 persen sepanjang perdagangan sebulan terakhir ini.