Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AUM Reksa Dana BRI Naik 46,94 Persen, Investor Bisa Lebih Diversifikasi
ilustrasi gedung BRI (dok. BRI)
  • AUM produk reksa dana BRI meningkat 46,94 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.

  • Jumlah investor baru di BRI Wealth Management naik 280 persen secara tahunan.

  • BRI menekankan diversifikasi, pengelolaan risiko, likuiditas, dan tujuan finansial dalam keputusan investasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu pertimbangkan saat mengatur portofolio?
Vote Now
paruh pertama 2026

Fajar R. Hidajat memandang periode ini memberikan tekanan yang cukup besar.

kuartal II-2026

AUM produk reksa dana BRI meningkat 46,94 persen secara tahunan. Investor baru BRI Wealth Management meningkat 280 persen secara tahunan.

9/9

Sharia Wealth Forum 2026 bertajuk “Navigating Opportunities Through Sharia Investment” digelar di Shangri-La Hotel, Jakarta.

Selasa (22/9)

Aris Hartanto menyampaikan pentingnya melihat investasi secara menyeluruh melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta.

paruh kedua 2026

Fajar R. Hidajat menilai lanskap investasi semakin kompleks dan pengelolaan aset serta wealth management sangat penting.

saat ini

Fajar R. Hidajat menilai valuasi yang lebih menarik dan imbal hasil yang lebih kompetitif membuka peluang baru untuk mengevaluasi portofolio.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu pertimbangkan saat mengatur portofolio?
Vote Now
  • What?
    AUM produk reksa dana BRI meningkat 46,94 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, sementara investor baru BRI Wealth Management naik 280 persen.
  • Who?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aris Hartanto, BRI Wealth Management, dan Fajar R. Hidajat terlibat dalam pembahasan investasi.
  • Where?
    Sharia Wealth Forum 2026 berlangsung di Shangri-La Hotel, Jakarta.
  • When?
    Peningkatan dicatat pada kuartal II-2026. Forum berlangsung pada 9/9, sedangkan keterangan Aris dikutip di Jakarta, Selasa (22/9).
  • Why?
    Dinamika ekonomi dan pasar menuntut investor mempertimbangkan potensi imbal hasil, risiko, likuiditas, dan tujuan finansial.
  • How?
    BRI menyampaikan diversifikasi produk, penataan portofolio, serta layanan advisory untuk membantu pilihan investasi dan strategi pengelolaan aset.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu pertimbangkan saat mengatur portofolio?
Vote Now

BRI punya uang kelolaan reksa dana yang naik 46,94 persen pada kuartal II-2026. Banyak investor baru juga datang ke BRI Wealth Management. Pak Aris bilang orang yang berinvestasi perlu melihat untung, risiko, uang yang bisa dipakai, dan tujuan. BRI juga punya bantuan memilih investasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu pertimbangkan saat mengatur portofolio?
Vote Now

Peningkatan dana kelolaan reksa dana dan investor baru menunjukkan tersedianya pilihan pengelolaan aset bagi nasabah BRI. Forum yang membahas pasar modal syariah, prinsip investasi syariah, dan reksa dana syariah turut memberi perspektif. Layanan advisory juga mendukung penyesuaian pilihan investasi dengan kebutuhan, tujuan finansial, dan preferensi nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu pertimbangkan saat mengatur portofolio?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan kenaikan pada dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) untuk produk reksa dana sebesar 46,94 persen (YoY) pada kuartal II-2026.

Kondisi tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah investor baru di BRI Wealth Management yang mencapai 280 persen (YoY).

Hal ini terungkap pada acara Sharia Wealth Forum 2026 bertajuk “Navigating Opportunities Through Sharia Investment” di Shangri-La Hotel, Jakarta (9/9). Forum ini menghadirkan perspektif mengenai dinamika pasar dan peluang investasi syariah bagi nasabah BRI Prioritas dan BRI Private.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengatakan dinamika ekonomi dan pasar menuntut investor mempertimbangkan potensi imbal hasil, risiko, likuiditas, dan tujuan finansial dalam setiap keputusan investasi. Untuk itu, para investor dapat melakukan diversifikasi produk demi mengantisipasi gejolak dan meningkatkan imbal hasil.

“Makin penting bagi kita untuk melihat investasi secara lebih menyeluruh, tidak hanya mengejar potensi imbal hasil, tetapi juga bagaimana menata portofolio, menjaga likuiditas, dan mengelola risiko sesuai dengan tujuan finansial masing-masing,” ujar Aris melalui keterangan resmi yang dikutip Selasa (22/9).

Ia menyatakan investasi syariah tidak hanya menjadi pilihan bagi nasabah yang memiliki preferensi terhadap produk berbasis syariah, tetapi juga dapat dipertimbangkan sebagai alternatif melengkapi portofolio. Dalam forum tersebut, nasabah memperoleh perspektif mengenai perkembangan pasar modal syariah, prinsip investasi syariah, serta pilihan reksa dana syariah.

Dalam penjelasannya, BRI Wealth Management menghadirkan layanan advisory demi membantu nasabah menentukan pilihan investasi dan strategi pengelolaan aset sesuai kebutuhan, tujuan finansial, dan preferensi masing-masing. Saat ini, layanan BRI Wealth Management didukung 43 gerai layanan prima dan 152 Priority Lounge yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Pengelolaan investasi tidak berhenti pada memilih instrumen, tetapi bagaimana setiap keputusan ditempatkan dalam strategi portofolio yang tepat,” katanya.

Di sisi lain, CEO Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, juga menilai dinamika pasar saat ini mulai menghadirkan peluang baru bagi investor, dengan valuasi lebih menarik dan imbal hasil lebih kompetitif.

“Memasuki paruh kedua 2026, kami melihat lanskap investasi yang semakin kompleks. Kondisi market yang dinamis membuat kami makin sadar pengelolaan aset dan wealth management sangat penting,” kata Fajar.

Ia mereken paruh pertama 2026 memberikan tekanan cukup besar. Namun, setelah koreksi signifikan, investor harus mulai melihat munculnya peluang baru dari valuasi lebih menarik dan imbal hasil lebih kompetitif.

“Bagi kami, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali portofolio secara lebih objektif,” ujar Fajar.

Pilih fokus pengelolaan portofolio kamu

Apa yang paling kamu pertimbangkan saat mengatur portofolio?

See More
Potensi imbal hasil
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Risiko dan likuiditas

Editorial Team

Related Article