FINANCE

Penjual Perlu Tahu, Ini 4 Tips Aman Bertransaksi COD Saat Harbolnas

Cara aman bertransaksi COD dan menguntungkan.

Penjual Perlu Tahu, Ini 4 Tips Aman Bertransaksi COD Saat Harbolnasilustrasi pengiriman paket (unsplash.com/rosebox)
03 November 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE -  Metode pembayaran Cash on Delivery (COD) masih menjadi pilihan banyak masyarakat. Lalu, bagaimana cara aman bertransaksi COD? 

Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 83,11 persen transaksi di e-commerce menggunakan metode Cash on Delivery (COD). Angka ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap pembelian barang melalui e-commerce dengan menggunakan metode COD. Metode pembayaran ini juga masih dianggap lebih praktis karena dapat mengurangi risiko penipuan. 

Menurut data internal Ninja Xpress, lebih dari 50 persen shipper Ninja Xpress melalui aplikasi Ninja Biz turut memanfaatkan fasilitas COD dalam proses jual beli mereka. Hanya saja, berbeda dengan konsumen, para pelaku UKM sering kali menghadapi beberapa risiko yang perlu diwaspadai untuk mengantisipasi kemungkinan masalah dan meminimalisasi kerugian yang dihadapi penjual ketika mengaktifkan metode pembayaran COD.

Salah satu momen yang sangat ditunggu dan disambut secara antusias dengan jumlah transaksi lebih banyak dibandingkan hari biasa adalah Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). 

Agar aman bertransaksi COD saat Harbolnas dan agar metode pembayaran COD bisa meningkatkan penjualan bagi seller, Oky Andries, seorang marketing expert bersama Ninja Xpress membagikan tips aman dan anti-kerugian dalam menerapkan sistem COD.

1. Mengatasi kendala tidak terduga

Agar aman bertransaksi COD maka peru mengatasi kendala tidak terduga. Salah satu kendala dalam proses pengiriman paket dengan metode COD adalah penerima paket tidak berada di rumah, alamat yang tidak dapat ditemukan, atau konsumen menggunakan alamat palsu yang terindikasi sebagai orderan fiktif.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, para pelaku UKM perlu melakukan konfirmasi ulang sebelum proses pengiriman agar Anda dan pihak pengiriman dapat menghindari kerugian waktu yang tidak perlu. Selain itu, hal ini juga dapat mencegah biaya pengiriman balik yang mungkin dikenakan jika konsumen tidak menerima paket.

2. Periksa riwayat pembeli

Perlu dipahami bahwa masih ada konsumen yang belum mengerti prosedur COD yang mengharuskan pembayaran barang sebelum paket dibuka. Terkadang, konsumen membuka paket sebelum membayar dan kemudian mengajukan komplain jika barang tidak sesuai. Namun, dalam beberapa kasus, konsumen memang membuka paket sebelum membayar dan menolak menerima pesanan tersebut.

Selain itu, metode COD memungkinkan pembelian tanpa konfirmasi, sehingga beberapa orang “tanpa sengaja” bisa melakukan pembelian dan akhirnya menolak menerima pesanan mereka. Dengan memeriksa riwayat pembeli, Anda dapat lebih mengenal karakteristik konsumen Anda dan dapat membantu Anda menghindari kerugian yang tidak perlu.

Related Topics