Comscore Tracker
FINANCE

Diversifikasi Adalah: Pengertian, Jenis, Strategi, hingga Manfaatnya

Apa sebenarnya diversifikasi itu?

Diversifikasi Adalah: Pengertian, Jenis, Strategi, hingga ManfaatnyaShutterStock/eamesBot

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Diversifikasi merupakan istilah yang tak asing lagi dalam dunia bisnis. Kata ini merujuk salah satu strategi yang biasa digunakan dalam berbisnis.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diversifikasi adalah penganekaragaman. Jika diterapkan dalam istilah keuangan, diversifikasi adalah upaya untuk menghindari ketergantungan pada ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi.

Misalnya, bagi para pelaku bisnis diversifikasi penting untuk diterapkan. Selain diversifikasi produk, perusahaan juga bisa melakukan strategi diversifikasi pada berbagai aspek bisnis, misalnya penyedia bahan baku, investasi, serta cabang perusahaan. Agar meminimalisir risiko kerugian usaha dan memberikan keuntungan yang lebih maksimal.

Lalu bagaimana bentuk diversifikasi?

Bentuk Diversifikasi

Secara garis besar, bentuk diversifikasi dalam bisnis ada dua. Pertama adalah diversifikasi vertikal dan horizontal. Berikut penjelasannya:

  1. Diversifikasi Vertikal
    Diversifikasi vertikal adalah strategi membuat produk dengan level kegunaan berbeda-beda, tapi masih bisa melengkapi/menggantikan satu sama lain. Beberapa contoh diversifikasi produk secara vertikal misalnya kitchen set yang dijual terpisah, onderdil kendaraan, produksi susu sapi dan susu kedelai formula di satu perusahaan, dan sebagainya.
  2. Diversifikasi Horizontal
    Ini strategi menciptakan berbagai macam produk berjenis sama, tapi dibedakan dari segi merek, ukuran, atau target pasar. Strategi diversifikasi bisnis satu ini adalah yang paling banyak dilakukan di Indonesia. Beberapa contoh diversifikasi produk horizontal terbanyak misalnya mi instan, obat-obatan, minuman botol, sabun mandi, sampo, dan sebagainya.

Manfaat Diversifikasi

Ada beberapa manfaat dari diversifikasi dalam berbagai jenis dan strategi. Salah satu manfaatnya adalah meminimalkan risiko kerugian. Pasalnya, dalam investasi maupun bisnis, keragaman yang dimiliki tidak langsung merugikan ketika terjadi kegagalan bisnis dan investasi di salah satu instrumen atau produk investasi.

Berikut ini beberapa kelebihan diversifikasi dalam bisnis dan investasi:

  • Meningkatkan pendapatan dalam bisnis ataupun keuntungan dalam investasi.
  • Tidak bergantung pada satu produk untuk mendapatkan keuntungan.
  • Khusus bisnis, diversifikasi membuat kita mampu memenuhi kebutuhan lain pelanggan atau konsumen.
  • Memperluas pasar dan memberi nilai tambah terhadap produk.
  • Dalam investasi, diversifikasi menambah pengetahuan dalam dunia tersebut.

Contoh Diversifikasi Dalam Berinvestasi

Menurut para ahli, investor tidak diperbolehkan menaruh dana di satu instrumen. Sebab, jika instrumen tersebut anjlok, maka investor akan mengalami kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu, para investor harus membagi dana ke beberapa instrumen berbeda. Tujuannya agar jika salah satu investasi ada yang merugi, masih ada instrumen lain yang memberikan keuntungan.

Ada tiga kelas aset umum utama dalam portofolio investasi seperti saham, obligasi, dan uang tunai. Ketiganya dapat dijadikan diversifikasi dalam berinvestasi.

Namun, nyatanya, diversifikasi juga dapat melampaui kelas aset tradisional yang telah disebutkan. Dalam berinvestasi pun dapat dilakukan dengan kepemilikan, seperti properti, pensiun, atau produk asuransi lainnya. Itulah pengertian diversifikasi, manfaat dan jenisnya.

Related Articles