Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jalin Sediakan Layanan Cardless Cash Withdrawal di ATM Link untuk Perbankan dan Fintech
Peluncuran wajah baru ATM Link. (IDN Times/Istimewa)
  • Jalin bekerja sama dengan BCA Syariah, SeaBank, HiBank, dan fintech untuk menghadirkan tarik tunai tanpa kartu melalui jaringan ATM Link.

  • Fitur cardless cash withdrawal memungkinkan bank memperluas titik layanan tanpa membangun ATM sendiri, sekaligus memberi fintech akses penarikan tunai langsung dari aplikasi digital.

  • Pembayaran digital Agustus 2026 tumbuh 40,36 persen secara tahunan, sementara uang kartal naik 12,88 persen menjadi Rp1.332 triliun, menegaskan kebutuhan kanal digital dan tunai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) menjalin kerja sama dengan BCA Syariah, SeaBank, HiBank, serta sejumlah institusi fintech dalam menyediakan layanan Cardless Cash Withdrawal (CCW) atau tarik tunai tanpa kartu di jaringan ATM Link.

Kesepakatan yang ditandatangani dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026 ini memungkinkan nasabah perbankan maupun pengguna aplikasi keuangan digital menarik uang tunai di ATM Link tanpa perlu menggunakan kartu fisik.

Melalui pengembangan fitur ini, transaksi awal dimulai langsung dari aplikasi keuangan masing-masing pengguna sebelum dilanjutkan dengan penarikan tunai pada jaringan ATM Link.

Inovasi CCW memberi solusi efisien bagi sektor perbankan memperluas jangkauan titik layanan tanpa harus membangun dan mengelola jaringan ATM sendiri. Bagi fintech, fitur ini memberikan nilai tambah dengan membuka akses uang tunai langsung dari aplikasi digitalnya.

Direktur Jalin, Eko Dedi Rukminto, menyatakan pergeseran ke arah digital tidak serta-merta menghapuskan kebutuhan masyarakat terhadap kanal fisik. Sebaliknya, perubahan perilaku transaksi menuntut hadirnya konektivitas yang mampu menghubungkan layanan digital dengan akses tunai secara lebih seamless.

“Layanan keuangan semakin bergerak ke kanal digital, tetapi kebutuhan akan akses tunai tetap ada. Melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia, bank dan tekfin dapat memperluas layanan secara lebih efisien sekaligus memberikan pilihan akses yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Eko.

Langkah ini sejalan dengan tren pembayaran nasional yang menunjukkan akselerasi digital tetap berjalan selaras dengan kebutuhan akses tunai. Data Bank Indonesia menunjukkan volume pembayaran digital pada Agustus 2026 mencapai 6,11 miliar transaksi, atau tumbuh 40,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pada periode sama, transaksi mobile banking juga melonjak hingga 47,08 persen (yoy). Di sisi lain, peredaran uang kartal tetap tumbuh 12,88 persen (yoy) menjadi Rp1.332 triliun.

Dukungan terhadap keberlanjutan ekosistem pembayaran digital juga ditegaskan oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menilai digitalisasi sebagai instrumen vital dalam memacu perekonomian nasional.

“Digitalisasi menjadi salah satu alat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing,” kata Destry melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin (28/9).

Kerja sama ini makin memperluas jangkauan pemanfaatan infrastruktur Jalin oleh para pelaku ekosistem pembayaran.

Saat ini, Jalin mengelola jaringan Link dan ATM Link, serta menyediakan pemrosesan pembayaran digital terintegrasi yang mencakup layanan ATM, CRM, Debit, QRIS, internet banking, hingga mobile banking untuk lebih dari 120 anggota perbankan dan fintech di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article