Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Kevin Warsh Resmi Pimpin The Fed, Ini Profil Lengkapnya
Kevin Warsh (hoover.org)
  • Kevin Warsh resmi dilantik oleh Presiden Donald Trump sebagai Gubernur The Fed menggantikan Jerome Powell.

  • Warsh dikenal berpengalaman di dunia keuangan dan pemerintahan, pernah menjabat anggota Dewan Gubernur The Fed saat krisis 2008.

  • Ia membawa pandangan moneter berbeda dari pendahulunya, mendukung penurunan suku bunga, dan menilai inflasi lebih dipicu pengeluaran pemerintah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNEKevin Warsh dilantik sebagai Gubernur Federal Reserve (The Fed) oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (22/5). Penunjukan tersebut menandai pergantian kepemimpinan bank sentral AS setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pekan lalu.

Pelantikan Warsh berlangsung di tengah tekanan inflasi global, lonjakan harga minyak akibat konflik Iran, serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga AS. Senat AS sebelumnya telah mengesahkan penunjukan Warsh melalui voting tipis 54 berbanding 45 pada awal Mei 2026.

Siapa Kevin Warsh?

Kevin Maxwell Warsh lahir di Albany, New York, pada 13 April 1970. Laki-laki berusia 56 tahun ini dikenal sebagai mantan anggota Dewan Gubernur The Fed periode 2006–2011 dan pernah menjadi gubernur termuda dalam sejarah bank sentral AS saat dilantik pada usia 35 tahun.

Dilansir Federal Reserve History, Warsh menyelesaikan pendidikan kebijakan publik dengan fokus ekonomi dan statistik di Stanford University pada 1992. Ia kemudian melanjutkan studi hukum di Harvard Law School dan lulus pada 1995.

Selain itu, Warsh juga mengambil coursework terkait market economics dan debt capital markets di Harvard Business School serta MIT Sloan School of Management.

Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, Warsh berkarier di Morgan Stanley pada divisi merger dan akuisisi. Ia terlibat dalam berbagai transaksi pasar modal dan pembiayaan korporasi lintas sektor, mulai dari manufaktur hingga teknologi.

Pada 2002, Warsh bergabung dengan pemerintahan Presiden George W. Bush sebagai penasihat ekonomi di National Economic Council. Di posisi tersebut, ia menangani isu pasar modal, perbankan, hingga sektor asuransi AS.

Peran Warsh saat krisis finansial global

Nama Kevin Warsh mulai dikenal luas ketika krisis finansial global 2008–2009 terjadi. Saat menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed, ia membantu mantan Ketua The Fed Ben Bernanke merancang langkah stabilisasi pasar dan penyelamatan lembaga keuangan.

Pengalaman serta koneksinya di Wall Street membuat Warsh dijuluki sebagai “whisperer” pasar keuangan The Fed. Ia juga menjadi representatif The Fed di forum Group of Twenty (G20) dan menangani hubungan dengan negara berkembang maupun negara maju di Asia.

Setelah meninggalkan The Fed pada 2011, Warsh bergabung dengan Hoover Institution Stanford University dan aktif mengajar di Stanford Graduate School of Business.

Ia juga bekerja bersama investor Stanley Druckenmiller di Duquesne Family Office untuk membantu pengelolaan aset investasi bernilai miliaran dolar AS.

Dipilih Trump jadi bos baru The Fed

Presiden Donald Trump memilih Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell sebagai pemimpin The Fed. Sebelumnya, Warsh sempat masuk kandidat kuat Ketua The Fed pada 2017, tetapi posisi tersebut akhirnya diberikan kepada Powell.

Kini, Warsh resmi menjadi pemimpin ke-17 dalam sejarah bank sentral AS. Forbes mewartakan, ia juga menjadi orang terkaya yang pernah memimpin The Fed dengan estimasi kekayaan 131 hingga 209 juta dolar AS.

Sebagai bagian dari aturan etika pejabat The Fed, Warsh diwajibkan melakukan divestasi terhadap sebagian besar portofolio investasinya. Dalam sidang konfirmasi Senat AS, Warsh berjanji tetap menjaga independensi bank sentral meski dipandang dekat dengan Trump.

Pandangan Warsh soal suku bunga dan inflasi

Kevin Warsh dikenal memiliki pandangan berbeda dibanding Jerome Powell terkait arah kebijakan moneter. Ia kerap mengkritik pendekatan The Fed yang dianggap terlalu bergantung pada data historis.

Warsh menyerukan “perombakan rezim” di tubuh The Fed karena cara mereka menjalankan bisnis tidak efektif. Hal ini diungkapkannya pada Fox News, Juli 2025.

Terkait suku bunga, Warsh mendukung peluang penurunan bunga acuan dengan alasan produktivitas ekonomi AS meningkat berkat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Ia juga menilai inflasi lebih dipengaruhi pengeluaran pemerintah dan peningkatan jumlah uang beredar dibanding konsumsi masyarakat.

“Saya secara fundamental tidak setuju. Pada intinya, saya pikir inflasi terjadi ketika pemerintah terlalu banyak membelanjakan anggaran dan mencetak terlalu banyak uang,” kata Warsh kepada Barron’s, Oktober 2025.

Tantangan Warsh setelah dilantik

Kevin Warsh akan memimpin The Fed di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tekanan. Konflik geopolitik di Timur Tengah, harga minyak tinggi, dan inflasi AS yang belum mencapai 2 persen menjadi tantangan utama.

Pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga di bawah kepemimpinan Warsh sebab Trump beberapa kali mendesak The Fed segera memangkas suku bunga demi pertumbuhan ekonomi AS.

Sementara itu, pasar keuangan masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tetap terbuka apabila tekanan inflasi belum mereda hingga akhir tahun.

FAQ seputar Kevin Warsh

Kevin Warsh lulusan universitas mana?

Ia merupakan lulusan Stanford University dan Harvard Law School.

Siapa ketua The Fed sekarang?

Ketua The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) saat ini adalah Kevin Warsh. Ia resmi dilantik pada Jumat, 22 Mei 2026.

Apa jabatan Kevin Warsh sebelum memimpin The Fed?

Warsh pernah menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed periode 2006–2011.

Apa pandangan Kevin Warsh soal suku bunga?

Ia mendukung peluang penurunan suku bunga jika produktivitas ekonomi meningkat tanpa memicu inflasi.

Editorial Team

Related Article