Comscore Tracker
FINANCE

Penghasilan Meningkat, Masyarakat Optimistis Terhadap Perekonomian

Indeks keyakinan konsumen kembali menguat pada Oktober 2021.

Penghasilan Meningkat, Masyarakat Optimistis Terhadap PerekonomianPengunjung melihat produk kreatif saat acara Sekati Ing Mall 2021 di Mal Malioboro, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Setelah sempat tertekan, keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian dalam negeri kembali menguat hingga menyentuh level optimistis pada Oktober 2021. Perbaikan optimisme ini sejalan dengan kenaikan mobilitas akibat pelonggaran pembatasan sosial.

Berdasarkan riset Bank Indonesia (BI), indeks keyakinan konsumen (IKK) bulan lalu menyentuh 113,4, naik dari 95,5 pada September 2021. IKK barusan juga lebih tinggi dari 79,0 pada Oktober 2020.

“Survei Konsumen BI pada Oktober 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menguat sejalan dengan membaiknya mobilitas masyarakat,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (9/11).

IKK merupakan sebuah indikator penting dalam mengukur daya hidup perekonomian. IKK di atas 100 menunjukkan optimisme dan di bawah 100 mengindikasikan pesimisme. IKK bulan lalu menjadi yang tertinggi sejak Maret 2020 atau dalam 19 bulan terakhir.

Menurut Erwin, IKK terpantau melejit pada seluruh kategori pengeluaran, tingkat pendidikan, dan kelompok usia responden. Begitu pun secara wilayah. IKK tumbuh di seluruh kota yang disurvei, dengan Banten, Makassar, dan Banjarmasin menjadi di antara yang tertinggi.

Indikator IKK disusun berdasarkan dua kategori, yaitu indeks kondisi ekonomi saat ini (dibandingkan dengan enam bulan terakhir) dan indeks ekspektasi konsumen (dalam enam bulan ke depan). 

Penghasilan masyarakat mulai pulih

Meski masih lemah, indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) meningkat dari 72,7 pada September menjadi 91,8 pada Oktober.

Kenaikan IKE ditopang indeks penghasilan saat ini yang naik menjadi 100,5. Ini mengindikasikan pemulihan pada pendapatan masyarakat. Posisi indeks penghasilan sedemikian juga menjadi yang tertinggi sejak Maret 2020.

Sementara itu, komponen indeks ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama masing-masing mencapai 86,6 dan 88,4. Meski masih di bawah level optimistis, tapi sudah lebih baik dari sebelumnya yang masing-masing sebesar 61,3 dan 80,1.

“Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh membaiknya aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat, seiring pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai wilayah Indonesia sebagai dampak respons penanganan Covid-19 yang makin baik,” katanya.

Ekspektasi menguat

Sementara itu, indeks ekspektasi kondisi ekonomi (IEK) juga meningkat pada periode sama. Peningkatan terjadi dari sebelumnya 122,8 menjadi 136,7. Pada posisi seperti ini, ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian tetap terjaga.

Dari komponen IEK, indeks ekspektasi penghasilan memiliki nilai tertinggi, yakni 136,7. Indeks tersebut mengindikasikan besarnya optimisme masyarakat akan kemungkinan peningkatan penghasilan dalam enam bulan ke depan.

Indeks ketersediaan lapangan kerja dan ekspektasi kegiatan usaha masing-masing angkanya juga sudah di atas 100. Hal ini mencerminkan bahwa harapan terhadap pemulihan dunia usaha juga masih terjaga.

Related Articles