Comscore Tracker
FINANCE

Pegadaian Bukukan Laba Rp1,77 triliun, Ini Penopangnya

Outstanding pinjaman Pegadaian tumbuh 5,13%.

Pegadaian Bukukan Laba Rp1,77 triliun, Ini PenopangnyaIlustrasi Pegadaian/ Dok Perusahaan

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Pegadaian membukukan laba bersih senilai Rp1,77 triliun pada semester I-2022. Nilai tersebut meningkat 36,15 persen secara year on year (yoy) bila dibandingkan dengan posisi semester I-2021 yang mencapai Rp 1,30 triliun. 

Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan menjelaskan, laba tersebut ditopang oleh pendapatan usaha yang mengalami kenaikan dari Rp 10,44 triliun per 30 Juni 2021 menjadi Rp10,86 triliun per 30 Juni 2022. 

"Kami  berkomitmen untuk terus melanjutkan program transformasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital,” kata Damar melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/7). 

Aset Pegadaian capai Rp68,4 triliun di Juni 2022

Aset Pegadaian juga meningkat menjadi Rp 68,4 triliun di Juni 2022, dari sebelumnya Rp67,8 triliun pada Juni 2021. 

Hasil positif kinerja perusahaan juga didorong oleh pertumbuhan jumlah nasabah sebesar 11,11 persen (yoy). Dari 18 juta nasabah pada Juni 2021 menjadi 20 juta orang pada Juni 2022. 

Damar juga menyatakan, melalui Holding Ultra Mikro, tiga entitas keuangan yakni BRI, Pegadaian dan PNM juga semakin memperluas jangkauan co-location sentra layanan ultra mikro ‘SenyuM’ di sejumlah daerah di Indonesia. 

Saat ini, tercatat terdapat lebih dari 600 outlet SenyuM yang siap melayani para pelaku usaha untuk mendapatkan pembiayaan yang mudah, murah, cepat dan aman. 

Outstanding pinjaman Pegadaian tumbuh 5,13%

Lebih lanjut Damar menyatakan bahwa kegiatan perekonomian masyarakat sudah relatif membaik. Hal ini ditandai dengan naiknya outstanding pinjaman yang tumbuh 5,13 persen (yoy) dari Rp52,42 triliun pada Juni 2021 menjadi Rp55,11 triliun di Juni 2022. 

Pegadaian juga secara serentak mulai semester II/2022 akan menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah di 4.086 outlet di seluruh Indonesia. 

Untuk plafon pinjaman yang diberikan mulai dari Rp1 juta hingga Rp 10 juta/nasabah. Sedangkan untuk biaya pengelolaan (mu’nah) yang dikenakan cukup murah yakni sebesar 6 persen pertahun.

Related Topics

Related Articles