FINANCE

Waspadai Modus Penipuan Perubahan Biaya BCA jadi Rp150 ribu

Ini ciri-ciri dan tips hadapi modus penipuan perubahan biaya

Waspadai Modus Penipuan Perubahan Biaya BCA jadi Rp150 ribuIlustrasi BCA. Shutterstock/Sulastri

by Suheriadi

05 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Baru-baru ini, terdapat informasi bohong atau Hoax pengumuman tidak resmi yang mengatasnamakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terkait perubahan tarif transfer antar bank menjadi sebesar Rp150 ribu per bulan. 

Untuk itu, Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. Hera juga mengimbau kepada para nasabah untuk berhati-hati terhadap Modus Penipuan tersebut. 

"Jika nasabah mendapatkan informasi yang mencurigakan dan mengatasnamakan BCA, nasabah dapat segera menghubungi kantor cabang setempat, atau melalui contact center Halo BCA 1500888 dan aplikasi haloBCA," kata Hera melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin (5/2). 

Ini ciri-ciri dan tips hadapi modus penipuan perubahan biaya

Ilustrasi Hoax Pengumuman BCA/Dok BCA

Dalam pengumuman ini, banyak disirkulasi di aplikasi chatting seperti Whatsapp hingga Telegram dan mengajak nasabah menekan tombol “view” untuk kemudian diarahkan kepada web palsu yang meminta data-data pribadi nasabah.
Jika mendapatkan pengumuman tersebut, BCA mengimbau nasabah untuk melakukan tips berikut. 

Pertama, abaikan pesan, terlebih jika dihubungi dengan menggunakan nomor pribadi. Bank hanya akan memberikan pengumuman/informasi dari nomor/akun resmi, yaitu WhatsApp Bank BCA pada nomor 08111500998. 

Kedua, hindari klik tombol “view” dan mengisi data. Jangan membuka atau klik tombol “view”. Jika sudah terlanjur klik, jangan mengisi web form yang ada di dalamnya. Segera keluar dari website atau microsite yang terbuka dari halaman tersebut. 

Ketiga, nasabah bisa blokir nomor kontak dan hapus pesan. Selanjutnya, nasabah bisa kelola password mobile banking. Buat password yang kuat dan ubah secara berkala. 

"Jangan pernah bagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti nomor kartu ATM, PIN, dan OTP," kata Hera.

Related Topics