LUXURY

5 Destinasi di West Kowloon untuk Pecinta Seni dan Budaya

Perpaduan kekayaan budaya tradisional dan seni kelas dunia.

5 Destinasi di West Kowloon untuk Pecinta Seni dan BudayaM+, museum budaya visual kontemporer global pertama di Asia./Dok. M+ Official Website

by Desy Yuliastuti

Hong Kong, FORTUNE - Berada di semenanjung Kowloon, area West Kowloon mewujudkan kekayaan budaya lokal tradisional dan seni kelas dunia. Komunitas lokal di Jordan dan Yau Ma Tei merupakan rumah bagi berbagai trendsetter seni, keahlian tradisional dan penggabungan tradisi dan inovasi tersebut–pameran sempurna dari kreativitas tak terhingga dari bakat lokal. 

Di tepi Pelabuhan Victoria, West Kowloon Cultural District (WKCD) menawarkan salah satu proyek budaya terbesar dan paling ambisius di dunia. Museum M+ dan Hong Kong Palace adalah pembukaan terbaru yang akan menarik perhatian dunia pada penawaran seni lokal dan internasional kelas dunia. Tak hanya itu, masih ada destinasi lain yang sayang untuk Anda lewatkan. Berikut ini rekomendasinya dari Hong Kong Tourism Board (HKTB).

1. Museum seni kelas dunia M+

M+ adalah salah satu museum budaya visual modern dan kontemporer terbesar di dunia dan museum budaya visual kontemporer global pertama di Asia. Dibuka pada November lalu, museum ini menampilkan sekitar 1.500 karya yang diambil dari M+ Collections di ruang pameran seluas 17.000 meter persegi yang mencakup 33 ruang pameran dan ruang pamer lainnya di museum. Gedung M+ adalah salah satu landmark paling ikonik di Hong Kong dan atraksi terbaru yang harus dikunjungi, dengan fasad bertuliskan M+ sepanjang 65 meter yang terlihat dari Pulau Hong Kong.

“Museum M+ telah memperluas jangkauan internasionalnya dan memperjuangkan hubungannya yang mendalam dengan komunitas lokal,” kata Direktur Museum di M+, Suhanya Raffel. 

Raffel bekerja bersama Doryun Chong, Wakil Direktur, Kurator, dan Kepala Kurator di M+ yang  mengawasi semua kegiatan dan program kuratorial di M+, termasuk akuisisi, pameran, pembelajaran dan program publik, serta inisiatif digital. Museum M+ terus bertransformasi dan berkembang mengedepankan narasi transkultural dan transnasional dari budaya visual abad ke-20 dan 21. Informasi selengkapnya mengenai Museum M+ dapat dilihat di laman web resmi https://www.mplus.org.hk/.

2. Hong Kong Palace Museum

Hong Kong Palace Museum bercita-cita untuk menjadi salah satu lembaga budaya terkemuka dunia yang berkomitmen untuk mempelajari dan mengapresiasi seni dan budaya Tiongkok, sambil memajukan dialog di antara peradaban dunia melalui kemitraan internasional. 

Museum ini merangkul pendekatan kuratorial baru. Di samping itu, menawarkan perspektif Hong Kong serta visi global dan menghadirkan benda-benda terbaik dari Palace Museum dan lembaga budaya penting lainnya di seluruh dunia.

Di balik layar Hong Kong Palace Museum ada Daisy Yiyou Wang adalah Wakil Direktur Hong Kong Palace Museum. Dia bertanggung jawab atas pameran museum, penelitian, koleksi, publikasi, pembelajaran dan program keterlibatan publik. 

Selain itu, berkontribusi pada belasan proyek pameran seni Tiongkok, Jepang, dan Korea. Bersama Jan Stuart, Wang ikut meng-kurasi pameran 'Empresses of China's Forbidden City' dan ikut mengedit publikasi tersebut, yang dianugerahi Smithsonian Secretary’s Research Prize pada tahun 2019. 

Pameran ini juga dinobatkan sebagai 'Pertunjukan Tematik/Sejarah Terbaik' pada tahun 2018 oleh Boston Globe dan 'Pameran Internasional Paling Berpengaruh dari Museum Tiongkok' pada 2019 oleh Pusat Pameran Seni Tiongkok. Seorang spesialis sejarah dari pengumpulan, pernis, potret kekaisaran Qing, dan sejarah fotografi di Tiongkok, Wang telah menerbitkannya secara internasional. Informasi tentang Hong Kong Palace Museum bisa diketahui di https://www.hkpm.org.hk/.

3. Tung Nam Lou

Tung Nam Lou adalah bangunan warisan yang diubah menjadi boutique art hotel di Yau Ma Tei. Berawal dari restoran makanan laut,  kemudian berubah menjadi gedung perkantoran dan akhirnya menjadi hotel yang merayakan seni dan budaya lokal.

Seni trendsetter experiential memenuhi semua indra pengunjung dengan cara yang tak terbayangkan. Dengan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pikiran kreatif lokal, setiap orang dapat mengambil bagian aktif dalam merasakan dan menciptakan seni sendiri. Sebelum berkunjung, Anda bisa mengetahui informasi Tung Nam Lou di https://www.tungnamlou.com/.

4. Sindart

Sebuah toko yang menjual sepatu bordir tradisional sejak tahun 1958, Sindart telah memberikan nafas baru bagi sepatu tradisional Tiongkok. Miru Wong, pemilik generasi ketiga, mewarisi keterampilan menyulam yang halus dari kakeknya dan terus menambahkan sentuhan baru pada sandal brokat sutra ini. 

Motif dan pola nontradisional, serta alas kaki baru seperti flat dan heels di atas sandal tradisional, terbukti populer di kalangan generasi muda dan diminati wisatawan dari berbagai belahan dunia.

5. Biu Kee Mahjong

Paman King di Biu Kee Mahjong adalah salah satu master yang masih mengukir mahjong di Hong Kong. Permainan mahjong berakar kuat di tradisi Tiongkok, secara tradisional dimainkan pada pertemuan keluarga dan selama festival penting seperti Tahun Baru Imlek. 

Master sejati kerajinan ini selama lebih dari 5 dekade, Paman King dengan cekatan menggoreskan simbol dan angka ke permukaan mahjong yang mulus, sebelum menghidupkannya dengan warna. Dia juga membuat mahjong khusus yang dapat memuat apa saja mulai dari nama hingga karakter kartun.

Bagi Anda yang ingin berwisata ke Hong Kong, catat rekomendasi destinasi seni dan budaya ini dan pastikan tidak melewatkannya untuk pengalaman liburan yang menyenangkan.

   

Related Articles