LUXURY

MEN/O/LOGY Index 2024 Ungkap Pria Gen X Sering ke Klinik Kecantikan

Mayoritas pria takut rambut rontok dan kulit kusam.

MEN/O/LOGY Index 2024 Ungkap Pria Gen X Sering ke Klinik KecantikanPeluncuran ZAP Beauty Index dan Men/o/logy Index 2024/Dok. Fortune idn/Desy. Y
31 January 2024

Jakarta, FORTUNE - Tak seperti perempuan yang cenderung fokus pada kulit wajah untuk mendefinisikan cantiknya, pria merasa lebih tampan jika berpenampilan baik atau well dressed dan bertubuh sehat serta bugar. Namun, bukan berarti memiliki wajah yang bersih dan mulus tak menjadi dambaan para pria Indonesia.

Survei MEN/O/LOGY Index 2024 yang diluncurkan ZAP yang merangkum persepsi pria Indonesia mengenai penampilan, maskulinitas dan perawatan diri. Sebagai pionir dalam perawatan ketampanan pria, MEN/O/LOGY by ZAP menghadirkan data mengenai persepsi, kebiasaan, dan preferensi pria Indonesia dalam merawat diri.

Masih bekerja sama dengan MarkPlus, MEN/O/LOGY Index 2024 melibatkan 1.500 responden pria berusia 15-55 tahun di seluruh Indonesia. Apa saja temuan menarik tentang persepsi pria Indonesia terhadap penampilan dan pandangan lainnya?

MEN/O/LOGY Index 2024 mengungkap bahwa pria juga memiliki kekhawatiran tersendiri atas penampilannya. Hampir separuh dari pria di Indonesia merasa tidak percaya diri atau insecure dengan kulit wajah mereka saat ini. Sebanyak 42 persen pria merasa memiliki kulit yang kusam, sedangkan 37 persen merasa memiliki pori-pori wajah yang besar. Namun, berbeda dengan perempuan, mayoritas pria Indonesia merasa belum mengalami tanda-tanda penuaan.

Rambut jadi perhatian utama

DOK. ZAP

Selain itu, 22,4 persen pria merasa tidak percaya diri dengan rambut mereka. Sebab, 34,7 persen pria mengalami kerontokan rambut. Masalah lainnya berupa rambut berketombe (34,4 persen) dan rambut kering (30,1 persen).

Padahal, hampir seluruh atau 96,7 persen pria menganggap bahwa rambut memberikan pengaruh signifikan terhadap penampilan. Untuk merawat rambut, pria Indonesia juga suka menggunakan conditioner (34,3 persen) dan hair tonic (33,2 persen) sebagai pelengkap shampo.

dr. Endi Novianto, SpKK(K), FINSDV, FAADV, Dermatologis & Co-founder MEN/O/LOGY by ZAP mengatakan usia pasien untuk perawatan rambut dan kulit kepala kini semakin bergeser. 

"Kasus untuk rambut pria semakin banyak dan bergeser usianya. Dulu yang tua lebih dominan, sekarang usia semakin muda sudah ada yang datang dengan keluhan rambut rontok. Ada juga kasus kerontokan rambut pria yang dipengaruhi genetik. Ke depannya MEN/O/LOGY akan menyiapkan treatment hair transplant," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/1).

Pria Gen X lebih banyak ke klinik kecantikan

Dok. ZAP

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.