LUXURY

Pariwisata Menggeliat, Kunjungan Wisman Naik 5 Kali Lipat per April

Puncak peningkatan wisman ke Indonesia diprediksi pada Juli.

Pariwisata Menggeliat, Kunjungan Wisman Naik 5 Kali Lipat per AprilSalah satu atraksi budaya daerah di kawasan desa wisata. (dok. Kemenparekraf)

by Eko Wahyudi

15 June 2022

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2022 melalui pintu masuk utama naik lima kali lipat. Dia pun optimistis target kunjungan wisman tahun ini bakal tercapai.

“Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2022, mencapai 11.000 lebih, naik lima kali lipat atau 499 persen jika dibandingkan dengan April 2021,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Selasa (14/6).

Kenaikan tersebut menunjukkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin nyata, seiring dengan penanganan pandemi Covid-19 yang kian terkendali serta berbagai relaksasi kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Kunjungan wisman sepanjang April 2022, jika dibandingkan bulan sebelumnya pun mengalami peningkatan 172 persen. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia didominasi oleh turis dari lima negara yaitu Australia sebanyak 14 persen, Singapura 11, 4 persen, Malaysia 7,8 persen, India 6,1 persen dan Inggris 5,5 persen.

Akan terus meningkat

Desa Penglipuran, Bali. Shutterstock/Aljofoto

Sandiaga yakin, data kunjungan wisatawan pada Mei 2022 dan bulan-bulan selanjutnya akan meningkat secara signifikan. Diperkirakan puncak kenaikan wisatawan ini akan jatuh pada Juli dan Agustus 2022.

“Mudah-mudahan jika situasi pandemi terkendali dan jumlah penerbangan ke Indonesia, terutama Bali bisa terus ditingkatkan," kata dia.

Seperti diketahui, Kemenparekraf pada tahun ini menargetkan pergerakan wisatawan nusantara sebanyaj 550 juta, kunjungan wisatawan mancanegara 1,8 sampai 3,6 juta kunjungan serta realisasi investasi pariwisata diarget sebesar US$2,5 miliar.

Tantangan buka rute penerbangan baru

Ilustrasi armada Boeing 737-800 China Eastern Airlines. (Wikimedia Commons/Aero Icarus)