Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Koin Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp269 Miliar
ilustrasi 1933 Saint-Gaudens Double Eagle (dok. SquareMoose/Sotheby's)
  • 1933 Saint-Gaudens Double Eagle menjadi koin termahal, terjual Rp269 miliar pada 2021.

  • Flowing Hair Dollar 1794 dan Brasher Doubloon 1787 menyusul dengan harga sekitar Rp142,6 miliar dan Rp133 miliar.

  • Nilai koin koleksi ditentukan kelangkaan, kondisi, riwayat kepemilikan, dan permintaan kolektor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Koin koleksi dapat memiliki nilai jauh di atas nominal yang tercetak di permukaannya. Dalam dunia numismatik, harga sebuah koin dipengaruhi oleh kelangkaan, kondisi, sejarah, serta riwayat kepemilikannya.

Beberapa koin bahkan terjual dengan harga jutaan dolar AS. Salah satunya 1933 Saint-Gaudens Double Eagle yang laku seharga 18,87 juta dolar AS atau sekitar Rp269 miliar pada 2021.

Apa saja koin termahal di dunia? Simak daftar lengkapnya berikut!

Daftar koin termahal di dunia

1. 1933 Saint-Gaudens Double Eagle

1933 Saint-Gaudens Double Eagle tercatat sebagai koin dengan harga lelang tertinggi dalam data One More Coin. Satu spesimen terjual seharga 18.872.250 dolar AS atau sekitar Rp269 miliar di Sotheby's, New York, pada 2021.

United States Mint (U.S. Mint) mencetak 445.500 Double Eagle pada 1933. Namun, koin tersebut tidak sempat diedarkan dan sebagian besar diperintahkan untuk dilebur.

Salah satu spesimen yang bertahan pernah berada dalam koleksi Raja Farouk dari Mesir. Setelah melalui autentikasi dan izin khusus pemerintah AS, koin itu menjadi satu-satunya 1933 Double Eagle yang dapat dijual secara legal.

2. Flowing Hair Dollar 1794

Flowing Hair Dollar 1794 terjual seharga 10.016.875 dolar AS atau sekitar Rp142,6 miliar pada lelang 2013. Koin ini diyakini sebagai salah satu dolar perak pertama yang dicetak oleh U.S. Mint dan produksinya hanya 1.758 keping.

Sebagian mengalami kerusakan atau tidak bertahan hingga sekarang, sehingga sekitar 130 spesimen diketahui masih ada. Usia, kelangkaan, dan posisinya dalam sejarah awal mata uang AS turut menopang nilainya.

3. Brasher Doubloon 1787

Brasher Doubloon dibuat oleh pengrajin emas New York, Ephraim Brasher, pada 1787, sebelum U.S. Mint berdiri. Salah satu spesimen dengan tanda “EB” di dada burung elang terjual 9,36 juta dolar AS atau sekitar Rp133 miliar pada 2021.

Hanya tujuh spesimen yang diketahui masih ada. Letak tanda pembuat menjadi salah satu pembeda antarspesimen, sementara sejarah pembuatannya dan jumlah yang sangat terbatas menambah daya tarik bagi kolektor.

4. Saint-Gaudens Double Eagle 1907

Saint-Gaudens Double Eagle 1907 termasuk koin termalah di dunia. Koin ini memiliki desain dengan relief sangat tinggi. Teknik tersebut membuat proses pencetakannya lebih sulit dibandingkan produksi koin biasa.

Hanya sedikit spesimen ultra-high-relief yang diketahui masih bertahan. Salah satu spesimen memiliki nilai sekitar 7,6 juta dolar AS atau sekitar Rp108 miliar. Kelangkaan dan desain menjadi faktor utama yang membuat varian tersebut bernilai tinggi di pasar koleksi.

5. Liberty Head Nickel 1913

Liberty Head Nickel 1913 menunjukkan bahwa koin berbahan logam biasa juga dapat bernilai puluhan miliar rupiah. Numismatic Guaranty Company mencatat hanya lima spesimen dengan tahun 1913 yang diketahui masih ada.

Riwayat mengenai pembuatan kelima koin itu juga tidak jelas. Kondisi tersebut menambah daya tarik bagi kolektor yang mencari spesimen dengan sejarah penerbitan yang tidak biasa. Liberty Head Nickel 1913 memiliki nilai sekitar 4,5 juta dolar AS atau sekitar Rp64 miliar.

6. Silver Dollar Class I 1804

Silver Dollar Class I 1804 memiliki keunikan karena tahun yang tercetak tidak sesuai dengan waktu pembuatannya. Meski bertanggal 1804, koin tersebut sebenarnya dibuat pada 1834 hingga 1835.

Berdasarkan data U.S. Mint, koin tersebut dibuat untuk koleksi khusus yang berkaitan dengan pemberian kepada pejabat atau tokoh asing. Hanya delapan Class I 1804 Dollar yang diketahui dan nilainya mencapai sekitar 4,1 juta dolar AS atau Rp58 miliar.

7. $1 Million Gold Maple Leaf 2007

$1 Million Gold Maple Leaf 2007 memiliki berat 100 kilogram dengan tingkat kemurnian emas 99,99 persen. Koin ini memiliki nilai nominal 1 juta dolar Kanada.

Ukurannya yang sangat besar dan kandungan emasnya menjadi faktor utama yang membedakannya dari koin langka lain. Nilainya sekitar 4,02 juta dolar AS atau sekitar Rp57 miliar.

8. Bust Dollar Class I Dexter-Poque 1804

Bust Dollar Class I Dexter-Poque merupakan salah satu spesimen dari kelompok 1804 Dollar yang sangat langka. Seperti Class I lainnya, koin ini mencantumkan tahun 1804 meskipun pembuatannya berlangsung pada 1830-an.

Jumlah spesimen Class I yang diketahui hanya delapan. Spesimen Dexter-Poque juga memiliki riwayat kepemilikan yang menjadi bagian dari nilai koleksinya. Nilai Dexter-Poque sekitar 3,8 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.

9. Liberty Head Nickel Hawai-Five-O 1913

Liberty Head Nickel Hawaii Five-O merupakan satu dari lima koin Liberty Head Nickel 1913 yang diketahui masih ada. Koin langka ini bernilai sekitar 3,7 juta dolar AS atau setara Rp52 miliar.

Julukan Hawaii Five-O berasal dari kemunculan koin tersebut dalam serial televisi Hawaii Five-O pada era 1970-an. Riwayat tersebut turut menambah daya tariknya sebagai salah satu koin langka dengan nilai tinggi.

10. Edward III Florin 1343

Edward III Florin atau Double Leopard merupakan koin emas Inggris yang dibuat pada 1343 dan menjadi salah satu yang tertua. Hanya tiga spesimen yang diketahui masih ada, dua di British Museum dan satu kepemilikan pribadi.

One More Coin mencatat satu spesimen pernah terjual 460 ribu pound Britania atau sekitar Rp10,9 miliar. Koin ini juga memiliki nilai historis karena berkaitan dengan upaya awal Inggris menggunakan mata uang emas.

Mengapa koin bisa bernilai sangat mahal?

Harga koin koleksi tidak hanya ditentukan oleh kandungan emas atau peraknya. One More Coin mencatat empat faktor utama yang dapat memengaruhi nilai sebuah koin, yaitu kelangkaan, kondisi, provenance atau riwayat kepemilikan, dan permintaan kolektor.

Semakin sedikit spesimen yang bertahan dan semakin baik kondisinya, semakin besar daya tariknya. Riwayat tokoh, institusi, atau peristiwa tertentu juga dapat memperkuat nilai koleksi, sementara persaingan pembeli di lelang dapat mendorong harga lebih tinggi.

Jadi, itulah daftar koin termahal di dunia yang menunjukkan bahwa nilai koin koleksi tidak hanya bergantung pada materialnya.

FAQ seputar koin termahal di dunia

Apa koin termahal di dunia?

1933 Saint-Gaudens Double Eagle menjadi koin dengan harga lelang tertinggi, yakni 18,87 juta dolar AS atau sekitar Rp269 miliar.

Mengapa koin bisa sangat mahal?

Kelangkaan, kondisi, sejarah, riwayat kepemilikan, dan permintaan kolektor dapat meningkatkan nilai sebuah koin.

Apakah koin berbahan nonlogam mulia bisa mahal?

Bisa, seperti Liberty Head Nickel 1913 yang memiliki nilai tinggi karena hanya lima spesimen yang diketahui.

Apakah tahun pada koin selalu menunjukkan tahun pembuatannya?

Tidak, Silver Dollar Class I 1804 bertanggal 1804 tetapi sebenarnya dibuat pada 1834 hingga 1835.

Curated For You

Editorial Team

Related Article