Rekor Baru, KPop Demon Hunters Film Terpopuler Sepanjang Masa Netflix

Jakarta, FORTUNE - KPop Demon Hunters resmi dinobatkan sebagai film Netflix paling banyak ditonton sepanjang masa, melampaui Red Notice dengan lebih dari 236 juta penayangan hanya dalam 67 hari sejak rilis globalnya pada 20 Juni 2025.
Tak hanya memecahkan rekor, film animasi musikal ini juga menjelma menjadi fenomena budaya pop dunia, menggabungkan musik K-pop, aksi supranatural, dan animasi penuh warna yang berhasil memikat jutaan penggemar di seluruh dunia. Apa yang membuatnya fenomenal?
Film ini mengisahkan Huntr/x, sebuah girl group K-pop yang pada siang hari menjadi idola musik, namun di malam hari bertransformasi sebagai pemburu iblis. Mereka harus menghadapi musuh terbesar mereka, boyband Saja Boys, yang ternyata iblis dalam penyamaran.
Kombinasi alur cerita fantasi urban, soundtrack K-pop yang catchy, dan animasi memukau membuat film ini terasa segar dan adiktif bagi penonton global. KPop Demon Hunters juga diperkuat oleh pengisi suara kelas atas, di antaranya Arden Cho, Ahn Hyo-seop, May Hong, Ji-young Yoo, Yunjin Kim, Daniel Dae Kim, Ken Jeong, dan Lee Byung-hun. Kehadiran mereka menambah lapisan emosi, humor, dan daya tarik lintas generasi.
Tak hanya cerita, musik film ini juga mencetak sejarah. Melansir The Economic Times, empat lagu dari soundtrack-nya sekaligus menembus Billboard Hot 100 Top 10, sebuah capaian yang belum pernah terjadi sepanjang 67 tahun sejarah tangga lagu tersebut.
“Golden” di posisi #1
“Your Idol” di posisi #4
“Soda Pop” di posisi #5
“How It’s Done” di posisi #10 (Fortune)
Fenomena ini membuat lagu-lagu film ini diperlakukan layaknya album K-pop sungguhan—diputar berulang kali, viral di media sosial, hingga menginspirasi ribuan cover dance dari penggemar di seluruh dunia.
Uniknya, meskipun film ini bisa ditonton lewat Netflix, perilisan terbatas versi sing-along di bioskop Amerika tetap sukses besar. Dalam akhir pekan pembukaannya, KPop Demon Hunters meraup sekitar US$18–20 juta dari 1.700 layar bioskop. Angka ini bahkan cukup untuk mengungguli film-film besar seperti Weapons dan Freakier Friday.
Salah strategi, Sony hanya raup US$20 juta dari waralaba bernilai miliaran
Meski sukses besar, cerita di balik layar justru menghadirkan ironi. Fortune.com melaporkan, Sony Pictures Animation, yang menghabiskan US$100 juta untuk memproduksi film ini, hanya akan menerima sekitar US$20 juta keuntungan.
Hal ini terjadi karena perjanjian distribusi era pandemi pada 2021. Sony sepakat dengan skema “direct-to-platform” di mana Netflix membayar biaya produksi plus fee tambahan yang dibatasi US$20 juta. Sebagai gantinya, Netflix memperoleh seluruh hak atas properti ini dan tidak wajib berbagi keuntungan meskipun filmnya menjadi fenomena global.
Jika Sony mempertahankan hak penuh, mereka bisa memiliki waralaba baru bernilai miliaran dolar, sejajar dengan waralaba besar lain. Sayangnya, kini justru Netflix yang akan menuai keuntungan jangka panjang dari sekuel, merchandise, hingga potensi serial spin-off.
Bagi Netflix, ini adalah jackpot yang tak disangka-sangka. Namun bagi Sony, ini menjadi peluang besar yang terlewatkan. Dengan popularitas yang terus melonjak, pembicaraan soal sekuel sudah dimulai. Sutradara Maggie Kang dan Chris Appelhans mengungkapkan bahwa film pertama berfokus pada karakter vokalis utama Rumi, sementara sekuel bisa menggali kisah karakter lain seperti Zoey dan Mira.
Netflix pun disebut sangat tertarik untuk menjadikan KPop Demon Hunters sebagai waralaba animasi besar pertamanya, menyusul kesuksesan luar biasa dari film perdana. KPop Demon Hunters bukan sekadar film animasi. Ia adalah fenomena global yang menyatukan musik, budaya K-pop, dan mitologi supranatural dalam satu paket hiburan. Dengan 236 juta penayangan, lagu-lagu hits di Billboard, serta kesuksesan box office, film ini membuka jalan menuju semesta hiburan baru yang bisa bernilai miliaran dolar.