Jakarta, FORTUNE - Pumpkin bag atau tas berbentuk labu hasil kolaborasi Louis Vuitton dan seniman Jepang Yayoi Kusama mencuri perhatian dalam lelang aset sitaan di Singapura. Barang mewah tersebut terjual jauh di atas harga perkiraan setelah puluhan penawaran masuk dalam waktu sekitar 30 menit.
Melansir Channel News Asia, Louis Vuitton x Yayoi Kusama Pumpkin terjual seharga sekitar SGD87 ribu atau Rp1,21 miliar. Nilai tersebut jauh melampaui estimasi awal rumah lelang yang berada di rentang SGD12 ribu hingga SGD16 ribu atau sekitar Rp166,8 juta sampai Rp222,4 juta.
Persaingan penawaran berlangsung selama kurang lebih 30 menit dengan total 42 bid dari peserta. Harga tas sempat berada di kisaran Rp546,8 juta sebelum terus menanjak hingga mencapai SGD87 ribu atau sekitar Rp1,21 miliar saat lelang berakhir.
Dengan hasil tersebut, tas Pumpkin terjual lebih dari lima kali lipat dibandingkan batas tertinggi estimasi awal. Capaian itu membuatnya menjadi salah satu barang yang paling mencolok dalam lelang perdana aset mewah yang berkaitan dengan kasus pencucian uang di Singapura.
Secara desain, tas tersebut mengambil bentuk labu yang terinspirasi dari karya Kusama. Labu sendiri menjadi salah satu objek yang berulang kali muncul dalam karya seniman kelahiran Jepang itu, baik dalam bentuk patung, lukisan, maupun instalasi seni.
Louis Vuitton dan Kusama memulai kolaborasi pada 2012. Lebih dari satu dekade kemudian, rumah mode asal Prancis tersebut kembali menggandeng Kusama dalam kolaborasi berikutnya.
Kerja sama tersebut membawa sejumlah karakter khas karya Kusama ke dalam berbagai produk Louis Vuitton. Motif polkadot menjadi salah satu elemen visual yang paling menonjol, sementara bentuk bunga dan labu juga digunakan pada sejumlah produk.
Koleksi hasil kolaborasi keduanya tidak hanya berupa tas. Rangkaian produk tersebut mencakup busana pria dan wanita, sepatu, aksesori, hingga parfum. Sejumlah produk Louis Vuitton yang telah lebih dahulu tersedia juga memperoleh tampilan baru melalui penggunaan motif dan karakter visual Kusama.
The Art Newspaper sebelumnya melaporkan sekitar 400 produk menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi Louis Vuitton dan Kusama. Koleksi tersebut membawa karya seni Kusama ke lebih banyak kategori produk fesyen dan aksesori.
Tas Pumpkin yang dilelang di Singapura memiliki latar belakang berbeda dari produk kolaborasi yang dipasarkan melalui jalur ritel. Barang tersebut merupakan salah satu aset yang disita dalam kasus pencucian uang senilai SGD3 miliar atau sekitar Rp42,06 triliun.
Pemerintah Singapura kemudian melelang aset-aset mewah yang telah disita dan dirampas negara. Pada penjualan perdana tersebut, ratusan tas dan aksesori dari berbagai merek mewah ditawarkan kepada peserta.
Sebanyak 337 tas dan aksesori masuk dalam lelang pertama yang digelar secara daring oleh Hotlotz. Peserta dari berbagai negara dapat mengikuti proses penawaran setelah menyelesaikan pendaftaran dan verifikasi identitas.
Sebelum dilelang, barang-barang tersebut disimpan di Le Freeport, fasilitas penyimpanan berkeamanan tinggi yang terletak di kawasan Changi. Calon pembeli juga memiliki kesempatan untuk melihat dan memeriksa barang secara langsung dengan membuat janji sebelum lelang berlangsung.
Selain Louis Vuitton, sejumlah merek fesyen mewah lainnya turut ditawarkan dalam lelang tersebut. Chanel dan Christian Dior termasuk di antara merek yang tercantum dalam daftar barang yang tersedia bagi peserta.
Secara keseluruhan, penjualan 337 tas dan aksesori pada lelang perdana menghasilkan lebih dari SGD1,1 juta atau sekitar Rp15,42 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai barang dengan jenis, merek, serta estimasi harga yang beragam.
Lelang perdana tersebut menjadi pembuka rangkaian penjualan aset yang berkaitan dengan kasus pencucian uang tersebut. Hotlotz telah menjadwalkan 15 lelang daring hingga Mei 2027.
Pada lelang berikutnya, kategori barang yang ditawarkan akan semakin beragam. Perhiasan dan jam tangan menjadi bagian dari aset mewah yang dijadwalkan masuk dalam penjualan selanjutnya. Bagi calon pembeli yang sudah mengincar barang berikutnya, kesempatan untuk ikut lelang tetap terbuka. Namun, pendaftar harus melewati proses registrasi dan verifikasi sebelum bisa memasukkan tawaran.
