Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adhi Karya Fokus ke Bisnis Inti dan Jual Usaha Lain
Kantor pusat PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) di Cawang, Jakarta Timur. (dok. Adhi Karya)
  • Adhi Karya merampingkan bisnis dengan melepas aset dan lini usaha di luar kompetensi inti konstruksi.
  • Divestasi mencakup bisnis air, energi, jalan tol, perhotelan, serta pelepasan saham pada tiga entitas anak.
  • Dana divestasi disiapkan untuk modal kerja dan kewajiban, sementara ADHI tetap menggarap 117 proyek aktif hingga Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Program streamlining dan restrukturisasi keuangan akan dimulai. Penguatan modal kerja dari aset yang potensial dilikuidasi juga dilakukan.

semester I/2026

ADHI membukukan pendapatan Rp3,11 triliun. Laba bersih mencapai Rp8,49 miliar dan EBITDA menjadi Rp551,64 miliar.

Hingga Agustus 2026

ADHI tercatat menggarap 117 proyek aktif di sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, dan energi.

Rabu (9/9)

Moeharmein menyampaikan fokus ADHI untuk kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor dalam Public Expose Live.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Adhi Karya merampingkan struktur bisnis melalui divestasi aset dan lini usaha di luar kompetensi inti.
  • Who?
    PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), Moeharmein Zein Chaniago, Rozi Sparta, Bani Iqbal, dan Danantara Indonesia.
  • Where?
    Dalam Public Expose Live dan pada proyek LRT City yang tersebar di 12 lokasi.
  • When?
    Program streamlining dan restrukturisasi keuangan akan dimulai pada 2026 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
  • Why?
    Untuk mengembalikan ADHI pada bisnis konstruksi, memperbaiki struktur perusahaan, memperkuat modal kerja, dan memenuhi kewajiban kepada subkontraktor, vendor, serta kreditur.
  • How?
    Dengan pelepasan saham tiga entitas anak, divestasi aset, penataan anak usaha, uji tuntas proyek properti, serta reprofiling kredit perbankan dan obligasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku tahu Adhi Karya sedang menjual beberapa usaha yang bukan pekerjaan utamanya. Ada usaha air, energi, jalan tol, dan hotel. Moeharmein, Rozi, dan Bani bilang perusahaan ingin fokus jadi kontraktor. Uang dari aset yang dijual dipakai untuk modal kerja dan membayar kewajiban. Proses ini mulai 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penataan portofolio memberi ruang bagi Adhi Karya untuk memusatkan sumber daya pada konstruksi sambil menjaga aktivitas proyek berjalan. Dana dari divestasi juga direncanakan untuk modal kerja dan kewajiban kepada subkontraktor, vendor, serta kreditur. Uji tuntas proyek properti dilakukan untuk memetakan kendala dan opsi penyelesaian kewajiban keuangan anak usaha.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) merampingkan struktur bisnisnya dengan melepaskan sejumlah aset dan lini usaha non-inti mulai tahun ini. Itu adalah strategi restrukturisasi keuangan serta streamlining perseroan guna memperkuat modal kerja, menyelesaikan kewajiban kepada kreditur dan vendor, serta mengembalikan fokus ADHI pada bisnis utama konstruksi.

Aset yang masuk dalam program divestasi meliputi bisnis pengelolaan air, energi, konsesi jalan tol, serta tiga aset hotel yang saat ini dioperasikan oleh anak perusahaan.

Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko Adhi Karya, Rozi Sparta, menyatakan pada 2026 perseroan menargetkan pelepasan saham pada tiga entitas anak.

“Ini merupakan satu bagian dalam program kerja perseroan ke depan untuk dilakukan proses divestasi,” kata Rozi dalam Public Expose Live, Rabu (9/9).

Hasil dari likuidasi aset potensial tersebut tidak hanya dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, tetapi juga digunakan untuk melunasi kewajiban perseroan kepada subkontraktor, vendor, dan kreditur.

Direktur Keuangan Adhi Karya, Bani Iqbal, menjelaskan program streamlining dan restrukturisasi keuangan akan dimulai pada 2026 dan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Selain divestasi, ADHI juga berencana melakukan reprofiling terhadap kredit perbankan dan obligasi guna memperbaiki postur neraca di tengah besarnya kewajiban perseroan.

“Kami juga melakukan penguatan modal kerja atas aset kami yang cukup potensial untuk dilikuidasi, pada tahun 2026 dan seterusnya. Nanti hasil divestasi aset ini tidak hanya modal-modal kerja, tetapi juga untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada subkon vendor maupun kreditur,” ujar Bani.

Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan percepatan restrukturisasi keuangan dilakukan melalui penataan anak usaha secara bertahap dan terukur.

“Kami fokus kembali ke bisnis inti, yaitu sebagai kontraktor. Kami juga sedang melakukan penataan anak perusahaan yang akan kami eksekusi secara terukur,” kata Moeharmein.

Sebagai bagian dari penataan tersebut, ADHI bersama Danantara tengah melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap sejumlah proyek properti yang dikembangkan anak usaha, termasuk proyek LRT City yang tersebar di 12 lokasi. Evaluasi ini bertujuan memetakan kendala operasional sekaligus merumuskan opsi penyelesaian terbaik atas kewajiban keuangan anak perusahaan.

Di sisi operasional, aktivitas bisnis utama perseroan tetap terjaga. Hingga Agustus 2026, ADHI menggarap 117 proyek aktif yang mencakup sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, hingga energi.

Dari segi kinerja keuangan, ADHI membukukan pendapatan Rp3,11 triliun pada semester I-2026. Kendati pendapatan berada dalam tekanan, laba bersih perseroan tumbuh 12,6 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp8,49 miliar.

Sementara itu, EBITDA mengalami kenaikan 28,1 persen mencapai Rp551,64 miliar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article