Jakarta, FORTUNE— Platform investasi digital, Ajaib, mengumumkan investasi strategis senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, raksasa keuangan asal Jepang yang tercatat di Bursa Tokyo.
Pendanaan tersebut menjadi investasi terbesar yang diraih perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir.
Dengan masuknya investasi dari SBI Holdings, total modal yang telah dihimpun Ajaib sejak berdiri kini telah melampaui US$500 juta atau sekitar Rp8,9 triliun.
CEO sekaligus Co-Founder Ajaib, Anderson Sumarli, mengatakan investasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepercayaan investor terhadap perusahaan, tetapi juga terhadap perkembangan ekonomi digital dan talenta teknologi Indonesia.
“Kalau ditanya investasi US$270 juta ini sebenarnya untuk siapa, jawabannya sederhana, untuk teman-teman yang setiap gajian menyisihkan sedikit demi sedikit untuk nabung saham dan kripto,” kata Sumarli dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Menurut dia, investasi tersebut memiliki arti penting karena masuk di tengah perlambatan pendanaan perusahaan teknologi secara global. Besarnya nilai investasi dinilai menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor global, khususnya melalui perusahaan teknologi yang dibangun dari dalam negeri.
SBI Holdings merupakan kelompok usaha keuangan asal Jepang yang didirikan oleh Yoshitaka Kitao, tokoh yang dikenal sebagai salah satu pelopor industri keuangan digital Jepang.
Grup tersebut menaungi sejumlah bisnis keuangan, termasuk perusahaan sekuritas yang menjadi salah satu yang terbesar di Jepang.
Sebelum mendapatkan suntikan dana dari SBI Holdings, Ajaib telah memperoleh dukungan dari sejumlah investor global. Di antaranya adalah Horizons Ventures milik Li Ka-shing, serta DST Global dan Ribbit Capital yang juga dikenal sebagai investor pada perusahaan teknologi keuangan seperti Robinhood dan Coinbase.
