Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Singaraja Putra Tbk (SINI), memproyeksikan akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) akan meningkatkan produksi perseroan. Target kapasitas maksimal sekitar 5 juta ton per tahun.
Sebagai konteks, SINI telah mengambil alih KMS dari PT Petrosea Tbk (PTRO) sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan peningkatan investasi pada sektor pertambangan batu bara. Target volume produksi tahunan pada konsesi yang dimiliki melalui KMS direncanakan meningkat bertahap.
Pada tahap awal, volume produksi dibidik mencapai sekitar 1 juta ton per tahun. "Kemudian meningkat menjadi 3,6 juta ton per tahun, hingga mencapai kapasitas produksi optimal sekitar 5 juta ton per tahun, dengan mempertimbangkan perkembangan infrastruktur, kondisi operasional, serta kondisi pasar," jelas Manajemen SINI dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (22/7).
Berdasarkan rencana produksi dan estimasi cadangan yang dimiliki, masa tambang atau life of mine diperkirakan berlangsung hingga 2038. Estimasi itu dapat berubah sesuai dengan rencana penambangan, maupun faktor operasional dan regulasi yang berlaku.
"Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dari KMS, perseroan menargetkan volume penjualan batu bara konsolidasian akan meningkat secara bertahap dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 203.057 MT," kata manajemen.
Dari segi kinerja, KMS ditargetkan mencetak pendapatan sebesar US$52 juta pada 2026 dan US$158,97 juta pada 2027. Kontribusi pendapatan masing-masing setara 21,4 persen dan 27,06 persen pada 2026 dan 2027.
Secara umum, akuisisi KMS berpeluang berdampak positif terhadap usaha pertambangan SINI melalui peningkatan aset, cadangan, kapasitas produksi, dan pertumbuhan laba.
Secara infrastruktur fisik, entitas anak KMS, yakni PT Cristian Eka Pratama, memiliki area pertambangan yang berbeda dengan anak usaha perseroan yang sudah ada sebelumnya (CEP di Kalimantan Timur dan anak usaha lain di Kalimantan Tengah).
"Namun melalui akuisisi KMS, maka perseroan juga dapat meningkatkan standar operasionalnya, sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam pembangunan infrastrukturnya yang akan menunjang efisiensi biaya operasional dari perseroan," kata Manajemen SINI.
