Analis Nilai Koreksi IHSG Masih Wajar, Berpotensi Naik Terbatas Lagi

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada perdagangan Jumat (20/2), setelah terkoreksi 0,43 persen di level 8.274 kemarin.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, koreksi ini masih bersifat wajar dan belum mengubah struktur tren bullish jangka menengah.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas selama bertahan di atas area support 8.230, dengan resisten psikologis terdekat di 8.400," kata Reza dalam riset hariannya.
Dari sisi katalis, pasar akan mencermati rilis data Current Account kuartal-IV 2025 yang diproyeksikan surplus sekitar US$2 miliar (vs. surplus US$4 miliar pada kuartal-III 2025), serta perkembangan pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden AS terkait potensi kesepakatan tarif.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini, meliputi: TINS, ADMR, dan PSAB.
Kemarin, IHSG terkoreksi di tengah keputusan Bank Indonesia yang kembali mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Kebijakan tersebut mencerminkan fokus stabilisasi nilai tukar rupiah serta respons terhadap inflasi Januari 2026 yang meningkat ke 3,55 persen (YoY).
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI), M. Nafan Aji Gusta, memprediksi, secara teknikal IHSG dapat membentuk fase bullish consolidation setelah berhasil uji MA20. Ditambah, indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume.
Ia menambahkan, Notulen Fed terbaru yang lebih hawkish menunjukkan bahwa The Fed tidak terburu-buru menurunkan Fed Funds Rate (FFR) karena inflasi AS yang masih bertahan di atas target 2 persen. Di lain sisi, tensi geopolitik AS-Iran yang semakin memanas menjadi sentimen penghambat bagi indeks.
"Sementara itu, investor akan menantikan laporan US PCE and GDP, serta transaksi berjalan Indonesia," kata Nafan dalam riset hariannya.
Saham-saham pilihan tim MASI hari ini, terdiri dari: BBTN, RALS, dan TLKM.
















