Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Analis Prediksi Bitcoin Sentuh Titik Terendah Juni 2026
ilustrasi bitcoin (pixabay.com/RoyBuri)
  • Analis memprediksi harga Bitcoin masih melemah hingga Juni 2026, dipengaruhi faktor musiman dan kinerja historis yang cenderung rendah pada periode tersebut.
  • Persetujuan kontrak berjangka kripto perpetual dan peluncuran indeks kripto Nasdaq CME dinilai bisa memperluas likuiditas serta menarik investor institusional.
  • BIT menilai kombinasi regulasi yang lebih jelas dan instrumen baru dapat menopang harga Bitcoin, meski tren bullish berkelanjutan masih bergantung pada dana masuk ke pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Pasar kripto diperkirakan masih menghadapi periode penuh tantangan pada Juni 2026. Sejumlah analis menilai harga Bitcoin berpotensi melanjutkan fase pelemahan dalam jangka pendek, meski peluang pemulihan mulai terlihat seiring munculnya berbagai katalis baru di pasar.

Melansir CoinMarketCap, laporan terbaru dari BIT menunjukkan bahwa kombinasi faktor musiman serta hadirnya instrumen investasi kripto baru dapat memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.

Secara historis, Juni bukan periode yang konsisten memberikan kinerja positif bagi Bitcoin. Berdasarkan kajian BIT, rata-rata imbal hasil aset digital tersebut selama Juni dalam 10 tahun terakhir hanya sekitar 0,7 persen. Aktivitas perdagangan yang biasanya melambat saat musim panas di belahan bumi utara kerap memicu fase konsolidasi maupun koreksi harga pasar.

Namun, pola tahun ini dinilai memiliki karakteristik berbeda. Para analis mencermati bahwa kinerja Bitcoin sepanjang Mei 2026 justru berada di bawah rata-rata historis, padahal bulan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu periode terkuat bagi aset kripto terbesar di dunia itu.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan pasar saat ini tidak sepenuhnya mengikuti pola musiman yang biasa terjadi. Situasi ini membuka kemungkinan terbentuknya dinamika baru pada semester kedua tahun ini.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah perkembangan dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi industri aset digital. Salah satunya adalah persetujuan kontrak berjangka kripto perpetual oleh regulator Amerika Serikat.

Produk investasi tersebut dipandang dapat meningkatkan partisipasi investor institusional karena menawarkan instrumen yang lebih fleksibel dan terstruktur dibandingkan investasi kripto konvensional.

Selain itu, peluncuran kontrak berjangka indeks kripto Nasdaq CME yang dijadwalkan dalam waktu dekat juga diperkirakan dapat memperluas likuiditas pasar. Kehadiran instrumen tersebut memungkinkan investor tradisional memperoleh eksposur terhadap aset digital tanpa harus membeli mata uang kripto secara langsung.

BIT menilai kombinasi antara semakin jelasnya regulasi dan bertambahnya pilihan instrumen investasi dapat menjadi faktor penopang harga Bitcoin ketika pasar masih mencari arah pergerakan berikutnya.

Dari perspektif teknikal, sejumlah indikator yang digunakan perusahaan menunjukkan Bitcoin mulai memasuki area oversold atau jenuh jual. Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi tersebut sering kali menjadi sinyal awal terbentuknya titik balik harga.

Meski demikian, BIT menekankan bahwa indikator teknikal tidak cukup untuk menjamin terbentuknya tren bullish yang berkelanjutan. Faktor fundamental serta masuknya dana baru ke pasar tetap menjadi elemen yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

"Jika katalis baru ini menarik tekanan beli, pemulihan sangat mungkin terjadi," demikian ditulis BIT dalam laporannya.

Pandangan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang masih berada di antara dua kekuatan. Di satu sisi terdapat tekanan musiman yang selama ini membayangi kinerja Bitcoin, sementara di sisi lain muncul peluang perubahan struktural yang dapat memperkuat posisi aset kripto dalam sistem keuangan global.

Meski arah pasar dalam jangka pendek masih penuh ketidakpastian, sejumlah analis melihat fase pelemahan saat ini berpotensi menjadi periode konsolidasi sebelum terbentuk momentum baru. Investor pun kini mencermati respons pasar terhadap produk investasi kripto generasi terbaru serta perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Apabila kedua faktor tersebut berhasil meningkatkan minat beli dan mendorong masuknya dana institusional, Bitcoin berpeluang keluar dari fase koreksi dan kembali melanjutkan tren penguatan pada paruh kedua 2026.

Editorial Team

Related Article