Top gainer dan top loser dalam saham umum digunakan untuk mengamati tren pasar. Meski mampu menunjukan perubahan harga, keduanya tetap memiliki perbedaan dari persentase, indikasi pasar, hingga batasannya. Berikut beberapa perbedaan utamanya.
Saham top gainer biasanya bergerak naik dan berada dalam tren bullish. Sedangkan, top loser menunjukkan tren pelemahan atau bearish dalam periode tertentu.
Nilai perubahan saham top gainer positif dan ditunjukkan melalui angka hijau. Sementara itu, daftar top loser mencerminkan nilai perubahan negatif atau berwarna merah sebagai indikasi penurunan signifikan.
Saham yang masuk daftar top gainer menunjukkan saham dengan daya beli kuat didukung sentimen positif. Sebaliknya, posisi top loser mengindikasikan emiten sedang mengalami tekanan jual besar akibat sentimen negatif.
Top gainer saham banyak digunakan untuk mencari saham yang sedang naik didukung momentum kuat. Di sisi lain, deretan saham top loser bisa dimanfaatkan untuk mencari saham berkualitas yang sedang diskon.