BAIK Bidik Ekspansi Bahan Baku ke Luar Pulau Jawa pada 2026

- PT BAIK (BAIK) berencana ekspansi bahan baku ke luar Pulau Jawa dan meningkatkan kinerja gerai pada 2026.
- Perseroan optimistis dapat mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba bersih secara berkelanjutan.
- Penjualan perseroan meningkat 10,36% (YoY) menjadi Rp160,72 miliar sepanjang kuartal III-2025.
Jakarta, FORTUNE - PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK), emiten yang bergerak di pasar suplai F&B dan pemilik brand Resto Ayam Goreng Nelongso, membidik ekspansi bahan baku ke luar Pulau Jawa dan peningkatan kinerja gerai pada 2026.
Perseroan optimistis dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih secara berkelanjutan tahun ini dengan strategi efisiensi biaya, penguatan tim pemasaran, serta inovasi produk.
“Proyeksi menunjukkan tren positif dibanding tahun sebelumnya, dengan fokus utama pada penguatan margin usaha dan kontribusi dari wilayah ekspansi baru,” ujar Corporate Secretary BAIK, Mahendra Kumala Adi, dalam keterbukaan informasi, Selasa (27/1).
Melalui paparan publiknya, perseroan menjelaskan departemen penjualan mencatatkan peningkatan 10,36 persen (YoY) menjadi Rp160,72 miliar sepanjang kuartal III-2025. Meski demikian, laba tahun berjalannya anjlok 39,10 persen menjadi Rp4,35 miliar.
Segmen penjualan perseroan pada kuartal III-2025 didominasi oleh penjualan bahan baku sebesar 61,25 persen. Penjualan gerai berkontribusi sebesar 38,23 persen, sedangkan 0,51 persen berasal dari penjualan lainnya.
Sementara itu, liabilitas jangka pendek perseroan pada kuartal III-2025 mengalami penurunan 16,95 persen (YoY), dengan liabilitas jangka panjang yang naik 83,78 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.
Perseroan menyatakan, kenaikan liabilitas tersebut disebabkan oleh keperluan ekspansi terutama dari sisi distribusi yang tujuannya untuk efisiensi rantai pasok.
“Secara nilai tidak terlalu besar, namun secara persentase senilai 83,78 persen, dan itu tidak akan mengganggu likuiditas perusahaan. Kalau dilihat di neracanya, aset likuid kita cukup baik,” katanya.
Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan dari saham BAIK, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menghentikan secara sementara perdagangan saham BAIK mulai sesi I pada 26 Januari 2026.
Dalam jangka waktu satu bulan, saham BAIK telah terkerek 195 poin atau 151,16 persen menjadi Rp324 per 23 Januari 2026.











