Pemantauan terhadap saham LUCY dilakukan setelah harga sahamnya mengalami pelemahan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
LUCY merupakan emiten pengelola jaringan Lucy in The Sky yang melantai di BEI pada 2021 melalui Papan Akselerasi dengan harga penawaran perdana Rp100 per saham.
Dalam perjalanannya, saham LUCY sempat mencatat reli yang sangat tinggi. Berdasarkan data historis perdagangan, harga saham perseroan pernah melonjak dari kisaran Rp111 menjadi Rp2.290 per saham dalam waktu kurang dari empat bulan, atau meningkat hampir 2.000 persen.
Belakangan, struktur kepemilikan saham LUCY juga mengalami perubahan. PT Sentosa Bersama Mitra yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro tercatat memiliki 4,95 persen saham perseroan.
Selain itu, investor Ferry Sudjono juga masuk sebagai pemegang saham dengan kepemilikan 3,96 persen. Sejumlah investor institusi lainnya, seperti HP Capital Resources, PT Pijar Investasi Nusantara, dan PT Nusantara Jaya Kulina, juga tercatat memiliki saham LUCY.
Sementara itu, aksi korporasi yang sempat menjadi perhatian pasar adalah divestasi oleh pemegang saham pengendali PT Delta Wibawa Bersama yang melepas sekitar 25 persen kepemilikannya di LUCY.