Jakarta, FORTUNE — Optimisme terhadap masa depan Bitcoin kembali datang dari pelaku besar industri keuangan global. Chief Executive Officer (CEO) BlackRock Larry Fink menilai aset kripto terbesar di dunia itu kini menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Ia pun memperkirakan pasar kripto masih berpeluang melanjutkan tren positif dalam 12 bulan mendatang.
Melansir CoinMarketCap, pandangan tersebut disampaikan Fink dalam wawancara dengan sebuah media ekonomi di Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu sekaligus mempertegas perubahan sikapnya terhadap Bitcoin. Jika sebelumnya dikenal skeptis terhadap aset digital, kini ia justru menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mendukung keberadaan Bitcoin sebagai instrumen investasi.
Dalam kesempatan itu, Fink kembali menyebut Bitcoin sebagai "emas digital" yang layak menjadi bagian dari portofolio investor.
"Bitcoin memiliki stabilitas yang lebih baik pada level harga saat ini. Saya juga sangat optimistis terhadap pasar dalam 12 bulan ke depan," katanya.
Ia optimistis Bitcoin mampu mempertahankan level harga saat ini sekaligus masih memiliki ruang untuk menguat dalam jangka menengah.
Pernyataan Fink menjadi sorotan karena BlackRock merupakan manajer investasi terbesar di dunia dengan dana kelolaan sekitar US$15 triliun. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan iShares Bitcoin Trust (IBIT), ETF Bitcoin spot dengan aset kelolaan terbesar di pasar.
Melalui produk itu, BlackRock menyimpan ratusan ribu Bitcoin atas nama para investornya, menjadikannya salah satu institusi dengan pengaruh terbesar terhadap perkembangan pasar aset digital.
Sebelumnya, Fink juga memperkirakan lini bisnis aset digital dan tokenisasi BlackRock berpotensi menyumbang pendapatan sekitar US$500 juta per tahun dalam lima tahun mendatang. Menurutnya, prospek tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi aset digital oleh lembaga keuangan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Ia juga pernah menyampaikan bahwa harga Bitcoin berpotensi menembus ratusan ribu dolar AS per koin apabila investor institusi besar maupun sovereign wealth fund mulai mengalokasikan sebagian kecil portofolionya ke aset tersebut.
Melansir The Wall Street Journal, optimisme Larry Fink terhadap Bitcoin muncul bersamaan dengan langkah BlackRock mempercepat adopsi teknologi blockchain di pasar modal melalui proyek tokenisasi saham dan obligasi bersama DTCC serta sejumlah bank besar Wall Street.
Pandangan positif dari orang nomor satu BlackRock dinilai memiliki bobot besar di pasar mengingat besarnya pengaruh perusahaan tersebut terhadap industri investasi global. Dukungan terbuka dari BlackRock juga dipandang sebagai sinyal bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai salah satu kelas aset oleh investor.
Analis menilai komentar Fink dapat menjadi sentimen positif apabila diikuti peningkatan arus dana ke ETF Bitcoin spot maupun produk investasi aset kripto lainnya. Masuknya lebih banyak modal institusi berpotensi memperkuat permintaan sekaligus menjaga momentum pertumbuhan pasar kripto dalam beberapa bulan ke depan.
