Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

CAGR: Pengertian, Fungsi, hingga Cara Menghitungnya

CAGR: Pengertian, Fungsi, hingga Cara Menghitungnya
ilustrasi investor (freepik.com/pch.vector)
Intinya Sih
  • CAGR adalah metode untuk mengukur rata-rata pertumbuhan tahunan investasi dengan memperhitungkan efek bunga majemuk.

  • Fungsi utama CAGR mencakup alat pembanding antar-aset, penyederhana fluktuasi pasar, serta panduan dalam menyusun rencana investasi.

  • Kelebihan CAGR terletak pada objektivitas perbandingan performa, sedangkan kekurangannya tidak mencerminkan risiko atau volatilitas pasar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Investor sering menggunakan berbagai indikator untuk mengukur pertumbuhan aset. Salah satu yang paling umum adalah CAGR (Compound Annual Growth Rate).

CAGR adalah metode untuk mengukur rata-rata pertumbuhan investasi per tahun dalam periode tertentu. Indikator ini membantu investor melihat konsistensi kenaikan nilai aset dari waktu ke waktu.

Untuk penjelasan lebih lengkap, berikut pengertian CAGR, kelebihan-kekurangan, hingga cara menghitungnya.

Table of Content

Apa itu CAGR?

Apa itu CAGR?

CAGR adalah tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan suatu investasi selama periode lebih dari satu tahun dengan memperhitungkan efek bunga majemuk.

Investor sering menggunakan CAGR untuk mengukur kinerja aset secara lebih konsisten, meski pertumbuhan nilainya dapat naik turun setiap tahun. Karena itu, CAGR dianggap sebagai indikator yang cukup akurat untuk menilai pertumbuhan investasi dalam jangka menengah hingga panjang.

Melalui CAGR, investor dapat mengetahui rata-rata pertumbuhan aset per tahun sekaligus menilai stabilitas kinerja portofolio. Hasilnya juga lebih mudah dipahami karena memberikan gambaran pertumbuhan yang lebih stabil dan realistis dibandingkan melihat perubahan nilai tahunan secara terpisah.

Fungsi CAGR dalam investasi

Secara umum, fungsi utama CAGR adalah sebagai alat pengukur sekaligus pembanding kinerja antar-aset. Selain itu, terdapat beberapa fungsi lainnya.

  1. Membantu investor untuk memahami kinerja investasi dan persentase pertumbuhan tahunan selama periode tertentu.
  1. Membandingkan antara dua atau lebih instrumen investasi meski periodenya berbeda untuk melihat aset mana yang memberikan pertumbuhan paling stabil.
  2. Mengasumsikan keuntungan atau imbal hasil yang diperoleh ketika diinvestasikan kembali setiap tahunnya.
  3. Menyederhanakan fluktuasi dengan cara mengubah grafik fluktuasi tahunan di pasar keuangan menjadi angka persentase yang lebih mudah dipahami.
  4. Dapat digunakan untuk menyusun rencana investasi yang realistis dalam beberapa tahun ke depan.

Kelebihan dan kekurangan CAGR

Kelebihan CAGR

  • Memberikan gambaran rata-rata pertumbuhan tahunan.
  • Cocok untuk membandingkan performa antar instrumen atau manajer investasi.
  • Tidak terpengaruh oleh fluktuasi tahunan ekstrem
  • Membantu perencanaan keuangan jangka panjang.
  • Menjadi ukuran objektif untuk melihat pertumbuhan aset.

Kekurangan CAGR 

  • Tidak mencerminkan risiko atau volatilitas yang terjadi di sepanjang periode tertentu.
  • Kurang menggambarkan kondisi pasar atau perubahan struktural di tengah periode.
  • Bergantung pada data tertentu, yaitu pada nilai awal dan akhir.
  • Kurang ideal untuk menilai performa jangka pendek. 
  • Mengabaikan arus kas di tengah periode.

Cara menghitung CAGR

Cara menghitung CAGR berdasarkan tiga variabel utama, yaitu nilai investasi awal. nilai investasi akhir, dan lamanya periode investasi. Perhitungannya dapat dilakukan sebagai berikut.

  1. Nilai investasi akhir dibagi dengan nilai investasi awal pada periode yang ingin dihitung.
  2. Naikkan hasilnya ke eksponen satu dibagi dengan jumlah tahun.
  3. Kurangi satu dari hasil berikutnya.
  4. Kalikan dengan 100 untuk mengubah hasilnya menjadi persentase.

Rumus CAGR = (Nilai akhir / Nilai awal) ^ 1/n - 1

Keterangan:

  • Nilai akhir: nilai investasi di akhir periode perhitungan.
  • Nilai awal: nilai investasi di awal periode perhitungan.
  • n: jumlah tahun atau periode waktu investasi

Hasil CAGR positif menunjukkan investasi mengalami pertumbuhan dan keuntungan selama periode tertentu. Sebaliknya, CAGR negatif mengindikasi kerugian tahunan, penyusutan nilai, atau penurunan kinerja secara tahunan.

Contoh penggunaan CAGR dalam investasi

Anda melakukan investasi sebesar Rp15.000.000 di saham pada tahun 2020. Setelah lima tahun tepatnya pada 2025, nilai investasinya tumbuh menjadi Rp21.000.000. Lalu, berapa CAGR dari investasinya?

Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa:

  • Nilai akhir: Rp21.000.000
  • Nilai awal: Rp15. 000.000
  • Jumlah periode: 5 tahun

CAGR = (Nilai akhir / Nilai awal) ^ 1/n - 1

(Rp21.000.000 / Rp15.000.000) ^ 1/5 - 1

0,1599 atau 15,99 persen. Jadi, hasil CAGR investasi saham yang dilakukan tumbuh rata-rata 15,99 persen selama lima tahun.

Dengan menghitung CAGR, investor memang bisa memahami seberapa efektif suatu aset bertumbuh dalam jangka panjang. Namun, dalam praktiknya, analisis investasi tidak hanya bergantung pada satu indikator.

Investor juga perlu memahami kondisi pasar, prospek sektor, dan strategi diversifikasi. Berbagai topik tersebut akan dibahas dalam FORTUNE Indonesia Investment Forum 2026, forum yang mempertemukan investor, pelaku pasar, dan pemimpin industri untuk membahas peluang investasi terkini.

Tertarik mengikuti forum tersebut? Beli tiket FORTUNE Indonesia Investment Forum 2026 sekarang dan dapatkan insight eksklusif tentang strategi investasi.

Berapa persen CAGR yang bagus?

Tolok ukur nilai CAGR yang bagus sangat bergantung pada konteks industri, inflasi, serta jenis instrumen investasi yang dipilih. Berikut adalah panduan umum interpretasi persentase CAGR:

  • CAGR 5–8 persen: wajar untuk saham blue chip di pasar maju seperti Amerika Serikat.
  • CAGR 10–15 persen: cukup kuat, biasanya pada perusahaan growth atau teknologi
  • CAGR di atas 20 persen: pertumbuhan agresif disertai dengan risiko besar.

Dalam praktiknya, investor juga perlu membandingkan CAGR terhadap inflasi dan benchmark pasar. Inflasi 3 persen dengan pertumbuhan portofolio 6 persen berarti pertumbuhan riilnya hanya 3 persen.

Itulah penjelasan mengenai CAGR yang perlu dipahami investor. Jadi, CAGR adalah metrik pertumbuhan rata-rata tahunan. Dengan menguasai cara menghitungnya, Anda dapat menilai tingkat efisiensi pertumbuhan aset.

FAQ seputar pengertian CAGR

Berapa CAGR yang baik?

CAGR yang dianggap baik sangat bervariasi tergantung pada jenis instrumen investasi atau industri bisnis yang diukur.

Apakah CAGR 30% itu bagus?

Rata-rata CAGR di industri startup teknologi, CAGR 20%-30% itu bagus .

Kapan CAGR sebaiknya digunakan?

CAGR sangat ideal digunakan untuk mengevaluasi kinerja investasi dalam jangka menengah hingga jangka panjang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More