MARKET

Negosiasi Divestasi Vale Selesai, Harga Saham INCO Malah Rontok

Menteri ESDM sebut negosiasi harga sudah tuntas.

Negosiasi Divestasi Vale Selesai, Harga Saham INCO Malah RontokMenteri ESDM Arifin Tasrif di Kantor Direktorat Jenderal Migas. (Doc: Fortune Indonesia)
16 February 2024

Jakarta, FORTUNE - Menteri ESDM, Arifin Tasrif, memastikan negosiasi Divestasi Saham PT Vale Indonesia telah rampung.

Dalam beberapa hari ke depan, finalisasi pengambilalihan saham oleh MIND ID tersebut dapat segera diumumkan.

"Tunggu saja hari Senin. Maunya selesai hari Senin," ujarnya di Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Jumat (16/2).

Arifin enggan menyingkap berapa harga pembelian saham Vale yang disepakati oleh pemerintah. Yang jelas, kata dia, harganya di bawah Rp3.800 seperti hari ini.

"Di bawah itu, tapi masih kepala 3," ujarnya.

Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) akan mengalihkan 14 persen sahamnya di INCO kepada MIND ID, yang merupakan syarat perpanjangan konsesi tambang selepas Desember 2025.

Namun, diskusi berjalan alot karena Kementerian BUMN menolak harga pasar yang ditawarkan INCO.

Setelah aksi pelepasan terjadi, pemerintah melalui MIND ID bakal menjadi pemegang saham terbesar perusahaan nikel tersebut.

Usai persoalan administrasi selesai, MIND ID akan langsung mengeksekusi transaksi pengambilalihan saham tersebut.

"[Menteri Keuangan] sudah [sepakat]. Kami berharap dalam beberapa hari ini. Semuanya [selesai]. Administrasi dan semuanya. Supaya jelas, administrasinya, programnya jelas. Kan makin lama kan makin ketidakpastian ini jadi mau invest apa enggak. Itu investor lain juga nunggu," katanya.

Saham Vale Indonesia anjlok 

Pengumuman rampungnya proses divestasi Vale tersebut membuat saham INCO ambles 7,00 persen ke Rp3.720 pada pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya saham Vale dibuka pada posisi Rp3.950. 

Data RTI menunjukkan saham INCO pada hari ini bergerak pada rentang Rp3.680-4.000 per unit dan sudah ditransaksikan 11.000 kali. 

Sebelumnya VCL, SMM, dan MIND ID telah menandatangani perjanjian induk sebagai dasar dari pengalihan saham ini.

“Perjanjian ini merepresentasikan dukungan untuk kolaborasi dan penggabungan kekuatan dari tiga pemegang saham demi mencapai tujuan strategis perseroan, yang juga selaras dengan cita-cita Indonesia untuk menyukseskan hilirisasi dengan praktik pertambangan berkelanjutan,” kata CEO Vale Indonesia, Febriany Eddy.

Dengan perincian yang jelas, mekanisme transaksi akan diputuskan lebih lanjut dalam bentuk perjanjian definitif, dengan target penyelesaian transaksi pada 2024, bergantung pada persyaratan penutupan yang biasanya diterapkan.

Febriany menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian tersebut merupakan kemajuan bagi perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban divestasinya, yang merupakan syarat untuk memperoleh perpanjangan izin operasional dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Dia juga menegaskan bahwa penerbitan IUPK akan memberikan kepastian hukum bagi operasional perusahaan, khususnya dalam hal agenda investasi.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.