Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harta Djaya Mau RUPSLB Agustus, Minta Restu Akuisisi Tambang Batu Bara
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) resmi IPO di BEI (dok. BEI)
  • PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) akan menggelar RUPSLB pada 21 Agustus 2026 untuk meminta persetujuan akuisisi aset tambang batu bara milik PT Trimata Coal Perkasa (TCP).
  • Tambang TCP di Sumatra Selatan memiliki konsesi seluas 11.640 hektare dengan sumber daya sekitar 693,7 juta ton dan ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2026.
  • Selain akuisisi, MEJA juga akan membahas penambahan modal dasar dan rencana rights issue guna memperkuat permodalan serta mendukung transformasi menjadi perusahaan induk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ketiga pada 21 Agustus 2026. Pada rapat tersebut, emiten furnitur ini meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana akuisisi aset batu bara.

Manajemen MEJA mengatakan, perusahaan tambang batu bara yang tengah dijajaki adalah PT Trimata Coal Perkasa (TCP) asal Sumatra Selatan.

Tambang batu bara TCP memiliki luas konsesi 11.640 hektare, dengan sumber daya 693,7 juta ton berdasarkan laporan konsultan independen Faan Grobelaar & Associates asal Afrika Selatan. Tambang tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2026.

Selain membahas rencana akuisisi, MEJA akan meminta persetujuan pemegang saham untuk memberikan kuasa kepada direksi melakukan penambahan modal dasar sebagai bagian dari persiapan aksi korporasi, termasuk pelaksanaan rights issue yang akan digunakan untuk mendukung akuisisi TCP.

"Right Issue, dan rencana akuisisi TCP diharapkan dapat mendukung transformasi Perseroan, memperkuat struktur permodalan, memperluas kegiatan usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan," tulis manajemen perusahaan dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (22/7).

Hingga saat ini, Harta Djaya menyebutkan masih menyelesaikan audit laporan keuangan per Juni 2026 sebagai salah satu persyaratan aksi korporasi tersebut.

Perusahaan juga sedang menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terkait rencana perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk (holding company).

Manajemen menyatakan akan menyampaikan setiap perkembangan material terkait rencana aksi korporasi tersebut sesuai ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan juga mengimbau pemegang saham untuk menggunakan hak suaranya dalam RUPSLB, baik dengan hadir langsung maupun melalui mekanisme elektronik eASY.KSEI atau pemberian kuasa sesuai ketentuan yang berlaku.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article