IHSG 29 Agustus 2025 Anjlok, Demo Buruh-DPR Tekan Pasar Saham

- IHSG anjlok lebih dari 2% akibat sentimen negatif dari demonstrasi buruh yang berujung ricuh dan menelan korban jiwa.
- Hampir seluruh sektor tertekan, dengan penurunan tajam pada saham konsumen non-primer, infrastruktur, dan properti.
- Arah pergerakan IHSG sangat bergantung pada perkembangan situasi politik dan keamanan dalam negeri.
Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Jumat pagi, 29 Agustus 2025. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka melemah 1% ke level 7.875 dibanding penutupan sebelumnya di 7.952.
Pada sesi pembukaan, sebanyak 212 saham melemah, 119 menguat, dan 625 stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp701,8 miliar dengan total 1,6 miliar saham berpindah tangan melalui 95.710 kali transaksi. Tekanan jual terlihat cukup dominan sejak awal perdagangan.
Lantas, apa yang membuat IHSG anjlok di penghujung pekan ini? Simak penyebabnya, sektor yang paling terpukul, hingga pandangan analis mengenai potensi pergerakan indeks hari ini.
Aksi demonstrasi pengaruhi sentimen pasar
Pelemahan IHSG tak lepas dari sentimen demonstrasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ribuan buruh berunjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, menuntut penghapusan sistem outsourcing hingga menolak kebijakan upah murah.
Situasi kian memanas setelah aksi berujung ricuh pada Kamis malam (28/8/2025). Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) telah mengonfirmasi bahwa korban merupakan mitra driver Gojek.
Direktur Public Affair & Communications GoTo menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam serta simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan, juga kepada rekan-rekan Mitra Driver lainnya,” ujar pihak perusahaan dalam keterangan resmi, Jumat (29/8).
Kondisi ini memicu gelombang protes lanjutan. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyerukan masyarakat turun ke jalan menolak kekerasan aparat dan kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.
IHSG berpotensi tertekan lebih dalam
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menilai insiden yang terjadi pada Kamis malam menjadi faktor utama pelemahan pasar.
“Insiden itu berdampak pada psikologis investor, baik terhadap pergerakan IHSG maupun nilai tukar rupiah. Ada kemungkinan koreksi berlanjut hingga 3% jika situasi demonstrasi tidak mereda,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8).
Menurutnya, ketidakpastian politik dan sosial domestik dapat mengurangi minat investor asing maupun lokal, sehingga tekanan jual lebih dominan di pasar.
Daftar indeks yang terjun bebas di sesi pertama
Kekhawatiran investor tercermin dari pergerakan IHSG hingga akhir sesi pertama. Pukul 11.30 WIB, IHSG anjlok 180,80 poin atau 2,27% ke level 7.771,28.
Pelemahan terjadi hampir di seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penurunan terdalam adalah IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang merosot 4,69%, disusul oleh:
IDX Sektor Infrastruktur: turun 3,5%
IDX Sektor Barang Baku: melemah 3,47%
IDX Sektor Properti dan Real Estate: turun 3,41%
IDX Sektor Energi: terkoreksi 2,77%
IDX Sektor Keuangan: turun 2,55%
IDX Sektor Teknologi: melemah 2,47%
IDX Sektor Transportasi & Logistik: turun 1,79%
IDX Sektor Kesehatan: melemah 1,76%
IDX Sektor Barang Konsumen Primer: turun 1,7%
Satu-satunya indeks sektoral yang mencatat penguatan tipis adalah IDX Sektor Perindustrian, naik 0,13%. Total volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 33,99 miliar saham dengan nilai Rp13,31 triliun. Sebanyak 662 saham melemah, hanya 89 saham menguat, dan 49 stagnan.
Sementara itu, pada indeks LQ45, saham yang mencatat penurunan terdalam antara lain:
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA): -9,41%
PT Bank Jago Tbk (ARTO): -7,66%
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO): -6,27%
Sementara itu, saham yang sempat masuk daftar top gainers LQ45 adalah PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), meski kenaikannya relatif tipis.
Prospek IHSG ke depan
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan demonstrasi buruh serta potensi eskalasi aksi lanjutan. Jika ketegangan mereda, IHSG diperkirakan dapat kembali stabil. Namun, bila konflik berlarut, bukan tidak mungkin tekanan jual berlanjut dan indeks kembali mencetak pelemahan lebih dalam.
“Investor sebaiknya berhati-hati, mengurangi eksposur pada saham-saham berisiko tinggi, dan menunggu kondisi sosial politik kembali kondusif,” saran Ibrahim.
Kesimpulannya, IHSG 29 Agustus 2025 anjlok lebih dari 2% akibat sentimen negatif dari demonstrasi buruh yang berujung ricuh dan menelan korban jiwa. Hampir seluruh sektor tertekan, dengan penurunan tajam pada saham konsumen non-primer, infrastruktur, dan properti. Ke depan, arah pergerakan IHSG sangat bergantung pada perkembangan situasi politik dan keamanan dalam negeri.
FAQ seputar IHSG
Apa itu IHSG?
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah indikator yang mencerminkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Mengapa IHSG penting bagi investor?
IHSG digunakan untuk melihat tren pasar modal Indonesia secara keseluruhan, apakah sedang naik (bullish) atau turun (bearish).
Faktor apa saja yang memengaruhi pergerakan IHSG?
IHSG dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, kebijakan pemerintah, nilai tukar rupiah, hingga sentimen investor.