Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG DIprediksi Menguat Terbatas, Pergerakan Diwarnai Sentimen Global
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • IHSG diperkirakan menguat terbatas dengan level support di 5.850–5.880 dan resisten di 6.000–6.050, menandakan momentum positif namun masih butuh konfirmasi lanjutan.
  • Pasar menanti data inflasi AS yang bisa memengaruhi arah rupiah dan sentimen risk-on, sementara saham pilihan BRIDS meliputi LSIP, ANTM, dan NTBK.
  • Mirae Asset melihat potensi reli IHSG tetap ada meski volume melemah, dengan dukungan penguatan Wall Street dan rupiah serta rekomendasi saham BBTN, INDF, dan AADI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada Senin (13/7), setelah ditutup menguat 0,83 persen secara mingguan ke level 5.924,36 pekan lalu.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG diproyeksi konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas, dengan support 5.850 dan 5.880 serta resisten di 6.000 dan 6.050.

"Momentum mulai membaik, namun penembusan level 6.000 masih diperlukan untuk mengonfirmasi penguatan lanjutan," kata Reza dalam risetnya.

Pasar pekan ini akan mencermati rilis inflasi Amerika Serikat (AS), dengan inflasi utama Juni diperkirakan melandai ke 3,9 persen (YoY) dari sebelumnya 4,2 persen. Sementara itu, core CPI diproyeksikan tetap berada di 2,9 persen (YoY).

Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi memperkuat narasi higher for longer dan menekan rupiah, sedangkan data yang lebih rendah dapat membuka peluang risk-on.

Di tengah sentimen tersebut, saham-saham pilihan tim BRIDS, meliputi: LSIP, ANTM, dan NTBK.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menilai, secara teknikal, pergerakan IHSG terus mengumpulkan kekuatannya dari FR50 persen support. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross, namun volume mengalami penurunan.

"Reli IHSG diperkirakan masih dapat terjadi namun belum akan berlangsung agresif karena investor masih menunggu kepastian perkembangan sentimen global dan arah aliran dana asing," jelas Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji.

Pasar saham global khususnya Wall Street bergerak cukup solid dan kompak ditutup menguat di akhir pekan, memberikan katalis positif ekstra bagi optimisme investor domestik di awal perdagangan hari Senin. Di sisi lain, rupiah berhasil menguat sekitar 0,35 persen atau 63 poin ke level penutupan di sekitar Rp18.065 per dolar AS pada pasar spot.

Meskipun demikian, para pelaku investor mulai khawatir terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya setelah adanya aksi saling serang antara AS dan Iran. Konflik itu dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas ekonomi global.

Daftar saham pilihan Mirae Asset hari ini, yakni: BBTN, INDF, dan AADI.

Curated For You

Editorial Team

Related Article